Bayangan Misterius
“Yuhuuu! Saatnya panen wortel!” seru Bobo. “Besok, kita panen wortel ramai-ramai,” ajak Bapak. Tapi, keesokan harinya, keluarga kelinci terkejut. Banyak wortel yang hilang. “Rupanya ada pencuri wortel,” gumam Bapak.
“Pencurinya harus kita tangkap,” kata Bapak geram. “Halo, kalian sedang apa?” tanya Paman Gembul yang kebetulan lewat. “Wortel kami dicuri, Paman. Kami mau menangkap pencurinya,” cerita Upik.
Iklan tidak tersedia saat ini.
Malam itu, Bapak dan anak-anak mengintai pencuri wortel. “Oahemmm, Pak, aku ngantuk,” kata Coreng. Satu persatu, anak-anak tertidur. Paginya, mereka terkejut. Kebun sudah berantakan. “Kita ketiduran!” seru Bobo.
“Kita harus menjebak si pencuri,” tekad Bobo. Bobo mengeluarkan koleksi boneka-boneka kecilnya. “Untuk apa, Bo?” tanya Upik heran. “Lihat saja nanti malam,” jawab Bobo.
Malamnya, Paman Gembul mengendap-endap di balik pagar. Aha, ternyata dia si pencuri wortel. Tapi, Paman Gembul heran waktu melihat jendela. “Kok di rumah Bobo banyak orang? Rupanya mereka belum tidur,” gumamnya.
“Aku tunggu mereka tidur, ah!” kata Paman Gembul sambil merebahkan badannya di atas karung. Wah, karena terlalu lama menunggu, rupanya Paman Gembul malah tertidur sendiri.
“Naaa, ini dia pencurinya!” seru Bapak mengagetkan Paman Gembul. Oooh, ketahuan, deh! Paman Gembul merasa tidak enak. “Sekarang, kamu harus membantu kami memanen seluruh wortel di kebun,” perintah Bapak.
“Tugas kalian selesai,” kata Bobo sambil membereskan senter dan boneka-bonekanya. Ooo, ternyata bayangan di jendela itu sebenarnya bayangan boneka-boneka Bobo yang disorot senter. Hihi... Paman Gembul tertipu, deh!
(Cerita: Vero/Ilustrasi: Rudi)