Sarang Semut, Tumbuhan Unik yang Kaya Manfaat

By Putri Puspita, Rabu, 19 Juli 2017 | 06:34 WIB
Tumbuhan Sarang Semut. Foto: daherba.com (Putri Puspita)

Jika dipotong, terdapat labirin yang menjadi tempat tinggal semut di tanaman ini. Yuk, kita cari tahu lagi tentang tanaman unik ini!

Nama Sarang Semut

Mari kita amati bentuk tumbuhan ini, memang ada ruang atau lubang seperti sarang semut. Memang itu sarang semut, tumbuhan ini memang memiliki labirin di dalam batangnya yang menjadi tempat hidup bagi semut.

Sarang semut punya berbagai sebutan di beberapa daerah. Di Papua, sarang semut sering disebut sebagai Nongon. Di Jawa dikenal sebagai urek-urek polo. Lalu, di Sumatera dikenal sebagai kepala beruk dan rumah semut.

Bukan Benalu

Walaupun hidup menempel dengan tumbuhan lain (pohon inang), sarang semut tidak tergolong benalu atau tumbuhan yang bersifat parasit (merugikan tumbuhan inang). Sarang semut merupakan kumpulan tumbuhan epifit, yaitu tumbuhan yang menumpang hidup di pohon lain, tetapi tidak menyerap makanan dari pohon itu. Contoh lain tumbuhan epifit adalah anggrek.

Sarang semut berasal dari genus Myrmecodia. Myrmecodia berasal dari kata myrmekodes yang berarti seperti semut atau penuh semut.

Kaya Manfaat

Batang sarang semut yang membesar memiliki bentuk yang menyerupai umbi. Batang ini ternyata memiliki banyak manfaat, baik untuk daya tahan tubuh atapun mengobati berbagai penyakit.

Batang sarang semut diiris tipis-tipis lalu dijemur. Setelah kering, ambil sedikit irisan batang sarang semut, kemudian rebus dengan air. Tunggu sebentar sampai air rebusannya tersisa sedikit dan berwarna seperti teh. Setelah itu, teh sarang semut siap diminum. Minuman ini memiliki rasa seperti teh, tetapi lebih pekat.