✕

Cergam Bobo: Hari Berangin

Sylvana Toemon
Kamis, 04 Januari 2018 | 23:00 WIB

Cergam Bobo: Hari Berangin

Hari ini angin bertiup kencang sekali di negeri kelinci. Halaman rumah Bobo jadi kotor sekali oleh daun-daun yang berjatuhan. Bobo harus menyapunya dengan susah payah. Topi Bobo sampai terbang tertiup angin.

undefined

Akhirnya, daun-daun terkumpul. “Biar enggak berantakan, sebaiknya daun-daun ini kumasukkan keranjang, biar nanti sore dibakar Bapak,” pikir Bobo. Oh, tapi Bobo lupa membawa keranjang. Bobo masuk rumah untuk mengambilnya.

Iklan tidak tersedia saat ini.

undefined

Sampai di luar, Bobo berseru kesal. Daun-daun yang sudah dikumpulkannya berantakan lagi tertiup angin. “Oh, angin yang nakal!” seru Bobo. Bobo terpaksa harus menyapu daun-daun itu kembali dengan susah payah.

undefined

undefined

Aha, Bobo punya ide! Dia mengikatkan sebuah paku panjang di ujung tongkat. “Sekarang, kamu enggak bisa lari lagi, daun-daun nakal!” kata Bobo sambil menusukkan tongkatnya untuk mengumpulkan daun-daun.

undefined

Bobo mendengar suara Emak berseru, “Bobo! Tolong bantu Emak, dong!” Ternyata, Emak sedang kerepotan mengambil jemuran yang beterbangan tertiup angin. “Pakai penjepit yang banyak saja, Mak!” usul Bobo.

undefined

Tiba-tiba... Brakkk! Pintu tertutup karena tertiup angin kencang. Terdengar suara tangisan Cimut dari dalam rumah. “Cimuuut!” Bobo dan Emak berlari panik. Untung Cimut tidak apa-apa. “Mungkin Cimut kaget,” kata Emak.

undefined