Macapat, Tembang Kehidupan

By Sylvana Toemon, Rabu, 20 September 2017 | 10:30 WIB
Macapat, tembang kehidupan (Sylvana Toemon)

Macapat adalah tembang yang dinyanyikan hampir dalam setiap langkah kehidupan orang-orang Jawa. Sejak kapankah macapat ini ada?

Gambaran Kehidupan

Macapat berasal dari puisi dengan lirik mengenai gambaran kehidupan dari lahir sampai meninggal. Belum diketahui secara pasti kapan macapat mulai dilantunkan. Diperkirakan tradisi itu lahir pada masa kerajaan Demak. Macapat meliputi 11 tembang yaitu Mijil, Kinanthi, Sinom, Asmaradana, Gambuh, Dhandanggula, Durma, Pangkur, Megatruh, Pocung, dan Maskumambang. Mijil menceritakan bayi yang baru lahir. Kinanti menggambarkan masa balita yang menyenangkan.

Maca Papat Papat

Dalam macapat terdapat aturan-aturan baku yang harus dipatuhi. Hal itu yang membedakan macapat dari seni suara lainnya. Macapat artinya maca papat papat. Maksudnya membaca setiap empat suku kata. Kata-kata yang tersusun dalam macapat mirip seperti puisi, hanya saja membacanya menggunakan nada. Macapat juga sering disebut puisi bertembang.

Untuk dapat menembangkan macapat dengan baik, perlu latihan khusus. Selain latihan untuk mengucapkan lirik dan nada yang benar juga perlu latihan pernafasan. Apakah kamu tertarik untuk menembangkan macapat?