Kisah Tungau si Pembasmi Hama Tanaman

By Eka Kartika, Senin, 2 Oktober 2017 | 09:32 WIB
Tungau Robulus, Foto: Dokumentasi Ibu Sri Hartini (Eka Kartika)

Tungau selama ini memang dikenal sebagai hewan yang merugikan, karena dapat mengagalkan hasil panen petani. Bahkan tungau juga dapat mengakibatkan penyakit tertentu pada manusia. Tapi siapa sangka, tungau juga dapat dimanfaatkan sebagai pembasmi hama, lo.

Apa Itu Tungau?

Tungau berbeda dengan kutu, teman-teman. Sebab, tungau merupakan hewan berkaki delapan yang menjadi anggota sub kelas acari. Bentuk tubuh tungau ini sangat kecil sekali, yaitu seperti titik. Karena itu, untuk melihat tungau lebih jelas. dibutuhkan alat khusus, yaitu mikroskop dengan beberapa kali perbesaran.

Seperti halnya hewan lain, tungau juga memiliki banyak jenis. Ada tungau jingga, tungau merah, dan tungau beludru. Lalu ada juga tungau macrohelidae yang dibagi lagi menjadi 79 jenis. Jumlah keseluruhan tungau yang tercatat di dunia adalah 400 jenis. Wow, banyak sekali, ya, teman-teman!

Tempat Hidup Tungau

Tungau merupakan hewan tanpa tulang belakang (avertebrata) yang mudah beradaptasi dengan berbagai lingkungan. Sebagian ada yang hidup di air, bahkan juga di daratan. Jika di daratan, tungau berkembang pada kotoran hewan, larva lalat, juga pada tumbuhan.

Nah, jika dalam bidang pertanian, tungau dapat menimbulkan kerusakan pada tanaman maupun hasil dari tanaman itu sendiri.

Tungau Menjadi Agen Pengendali Hayati?

Walau dianggap sebagai hama tanaman, ternyata ada manfaat positif lain dari tungau yang harus kita ketahui, lo. Melalui penelitiannya, Ibu Sri Hartini mengungkapkan, tungau dengan jenis Macrohelidae di Indonesia, khususnya jenis M robustulus (Barlese) ternyata dapat dimanfaatkan sebagai agen pengendali hayati.  Hewan ini dapat berperan dalam ekosistem alam dan pertanian.

Tungau M robustulus (Barlese), bisa menurunkan serangan serangga hama pada tanaman hias hingga di atas 70%. Selain itu, tungau ini dapat menurunkan serangan hama lalat hingga mencapai 97,1%.

Narasumber: Ibu Prof. Dr. Ir. Hj. Sri Hartini. M.Si (LIPI – Bogor)