Kisah Jarak Pagar, Si Tangguh yang Bermanfaat

By Eka Kartika, Minggu, 29 Oktober 2017 | 09:05 WIB
Jarak Pagar, Foto: Pixabay (Eka Kartika)

Tumbuhan jarak pagar, dikenal sebagai tumbuhan tangguh karena termasuk yang sangat tahan terhadap kekeringan. Ternyata, selain tangguh, tanaman ini juga punya banyak manfaat, lo! 

Tumbuhan dari Amerika Tengah

Mempunyai nama latin Jatropa curcas L. Euphorbiasceae, jarak pagar merupakan tumbuhan semak berkayu asal Amerika Tengah. Penyebaran jarak pagar di daerah beriklim tropis, sebenarnya adalah karena dibawa oleh para penjelajah Portugis dan Spanyol.

Di Indonesia sendiri, jarak pagar sengaja didatangkan oleh Jepang, sekitar tahun 1942. Dengan iklim di tanah air, pohon jarak pun akhirnya tumbuh dengan subur tanpa masalah.

Di berbagai daerah, nama jarak pagar dikenal dengan sebutan beragam. Di tanah Sunda, jarak pagar disebut jdengan jarak kosta atau jarak budeg. Sementara di daerah Jawa, dikenal sebagai tumbuhan jarak gundul atau jarak pager. Sedangkan, jarak wolanda, bindalo, bintalo, tondo utomene, merupakan sebutan tumbuhan jarak pagar di daerah Sulawesi.

Keistimewaan Jarak Pagar

Semua bagian dari tanaman ini memiliki keistimewaan, seperti daun, buah, getah, hingga bijinya. 

Salah satunya bisa dilihat dari alasan Jepang, yang kala itu menjajah tanah air. Mereka mengolah tumbuhan jarak pagar menjadi sumber bahan bakar bagi tank dan pesawat terbangnya. Hingga saat ini, jarak pagar sering diolah untuk bahan bakar biodiesel. Itu karena kandungan minyak biji jarak pagar sangatlah tinggi.

Obat Herbal

Dari berbagai penelitian, jarak mengandung senyawa yang diperlukan tubuh untuk mengobati berbagai penyakit. Karena itulah, tumbuhan jarak pagar sering diolah sebagai obat herbal. Misalnya untuk mengobati radang telinga, obat sakit gigi berlubang, obat sariawan, bahkan sebagai obat masuk angin.

O iya, pengolahan tumbuhan ini harus dilakukn oleh para ahli. Kalau sembarangan mengolahnya, bisa jadi malah merugikan kita.