Mangga Alpukat, Buah yang Langka dari Jawa Timur

By Yomi Hanna, Senin, 27 November 2017 | 07:40 WIB
Mangga alpukat. (Hanna Vivaldi)

Buah mangga yang satu ini bisa dibilang langka karena susah ditemukan di pasaran. Sedangkan kebunnya hanya terdapat di Pasuruan, Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Rembang. Kira-kira, jenis mangga apa, ya, ini?

Mangga Alpukat yang Harganya Mahal

Namanya mangga alpukat dengan rasanya yang lezat dan dijual dengan harga yang cukup mahal. Mangga alpukat bisa dipanen sekitar 3-4 bulan setiap tahunnya. Karena langka dan mahalnya buah mangga alpukat, masyarakat semakin semangat untuk memburunya.

Dapat Dimakan Seperti Cara Kita Menyantap Buah Alpukat

Keistimewaan mangga ini adalah pada rasanya yang lebih manis dan tahan lama. Berbeda dari jenis mangga yang biasa dikenal oleh masyarakat. Cara menyantap mangga alpukat ini pun cukup praktis, lo. Mangganya tidak perlu dikupas, cukup dengan dibelah tengahnya kemudian diputar hingga terbelah menjadi dua. Lalu daging buahnya dapat langsung dimakan menggunakan sendok seperti makan buah alpukat. Itulah kenapa mangga ini disebut dengan mangga alpukat.

Kemiripan dan Perbedaan dengan Mangga Arumanis

Pada dasarnya, mangga alpukat adalah mangga gadung 21 yang sering disamakan dengan mangga arumanis 143. Ini karena keduanya memiliki bentuk yang mirip.

Meskipun mirip, kedua jenis mangga ini memiliki beberapa perbedaan. Gadung 21 memiliki ukuran buah yang lebih besar dengan pangkal buahnya lebih bulat dibandingkan dengan arumanis 143. Selain itu, gadung 21 juga mempunyai kadar pati yang lebih tinggi dibandingkan dengan arumanis 143. Ini kenapa sesungguhnya kedua jenis mangga ini memiliki cita rasa yang berbeda.

Agar bisa dimakan seperti kita menyantap buah alpukat, mangga alpukat atau gadung 21 harus dipanen dan masak di pohon, ya. Bukan mangga yang diperam.