Serba-serbi Caping Petani, Pelindung Panas dan Hujan

By Putri Puspita, Selasa, 23 Januari 2018 | 06:01 WIB
Caping Petani (Putri Puspita)

Bobo.id – Pernah lihat petani yang sedang bekerja di sawah? Salah satu atribut yang sering digunakan adalah topi atau yang disebut dengan caping.

Caping

Caping adalah topi petani yang berbentuk kerucut. Biasanya, caping dibuat dari anyaman bambu.

Namun ada juga yang dibuat dari bahan lain, seperti daun pandan, daun kelapa, atau rerumputan. Caping dilengkapi juga dengan tali dagu agar saat dipakai, caping tidak mudah lepas  

Baca juga: Mengintip Keseharian Para Petani Teh

Tidak Hanya di Indonesia

Caping sudah menjadi sahabat petani di Indonesia sejak dahulu. Sudah menjadi bagian kebudayaan.

Beberapa adat di Jawa pun melibatkan caping sebagai salah satu simbol. Bahkan ada sebuah lagu Jawa berjudul “Caping Gunung”.

Caping ternyata dipakai juga oleh petani di negara lain, terutama yang berada di benua Asia, seperti Jepang, Cina, Korea, dan Vietnam.

Baca juga: Orang-Orangan Sawah, Teman Petani

Kelebihan Caping

Walaupun terlihat sederhana, caping punya banyak kelebihan. Caping bisa melindungi penggunanya dari panasnya matahari dari kepala sampai leher. Caping juga dapat menghalau air hujan.

Bernilai Seni

Saat ini caping tidak hanya dipakai oleh petani. Ada yang menggunakan caping sebagai dekorasi bahkan peragaan busana pun menggunakan caping, seperti yang digunakan oleh Kevin Liliana, perwakilan Indonesia dalam pemilihan Miss International 2017.