Sate-Sate Dunia

  • Selasa, 12 September 2017 15:36 WIB

Isaw, sate usus khas Filipina | Foto: Creative Commons

Indonesia memang memiliki banyak variasi sate. Ada sate tegal, sate madura, sate padang, sate lilit, sate kiloan, sate usus, sate tuhuk, sate telur puyuh, sate kambing muda, sate bandeng, sate kikil, dan lainnya. Sate, ternyata ada juga di luar negeri, lo.

undefined
Satti, sate khas Filipina. | Foto: Creative Commons

Satti, Sate dari Filipina

Di Filipina, sate daging disebut satti. Sedangkan sate usus disebut isaw (dalam bahasa Jawa, isaw artinya juga usus).

Sebelum ditata pada tusukan bambu, potongan daging direndam ke dalam bumbu. Setelah bumbunya meresap, satti boleh dibakar hingga kuning. Satti disajikan dengan kuah kari dan potongan ketupat yang disebut kumuh.

Kalau isaw, ususnya terlebih dulu dimasak dengan bumbu garam dan lada. Setelah matang baru ditusuk dan dipanggang. Isaw biasanya disantap sebagai camilan.

undefined
Yakitori, sate khas Jepang. | Foto: Creative Commons

Yakitori, Sate dari Jepang

Di Jepang, sate disebut yakitori. Kedai atau restoran yang menyediakan yakitori disebut yakitoria. Yakitori berisi potongan jenis daging ayam, tanpa dicampur dengan potongan kulit/lemak, hati, ampla, atau jantung.

Namun, sebagai variasi kadang restoran mencampur potongan daging dengan potongan daun bawang dan jamur. Selain itu, ada juga yakitori berupa panggang burung kecil dalam bentuk utuh.

Cara penyajian yakatori tidak dengan sambal kecap atau sambal kacang. Setelah yakatori dibakar, dicelupkan ke dalam kuah manis-manis asin seperti kuah pempek yang terbuat dari kecap asin, arak, dan gula.

undefined
Dakkochi, sate khas Korea. | Foto: Creative Commons

Dakkochi, Sate dari Korea

Reporter : Sigit Wahyu
Editor : Iveta Rahmalia

KOMENTAR

MOST READ

Hantu Pencopet

3 hari yang lalu

Legenda Empat Musim

3 hari yang lalu

Alunan Gitar Misterius

2 hari yang lalu

Guling Pocong

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×