Tak Boleh Sembarangan, Bersepeda di Jepang Juga Ada Peraturannya, lo! Seperti Apa?
Bersepeda di Jepang ada peraturannya
Sehingga dengan turun terlebih dulu, pengendara sepeda bisa melihat terlebih dulu apakah ada kereta yang akan melintas atau tidak.
Sama seperti pengendara kendaraan bermotor, pesepeda juga harus menaati rambu-rambu lalu lintas dan melintas di jalur khusus sepeda, lo.
Pengendara sepeda diperbolehkan mengendarai sepedanya di trotoar kalau di tempat tersebut tidak ada jalur sepeda atau ada tanda khusus sepeda di trotoar, tapi tetap harus menghormati pejalan kaki, ya.
O iya, saat mengendarai sepeda kita tidak boleh sambil memakai earphone, headset, atau menggunakan telepon genggam, lo, karena dianggap bisa mengganggu konsentrasi.
Selain itu, meskipun hujan atau panas, penegndara sepeda juga tidak boleh mengendarai sepeda sambil memegang payung karena akan mengganggu keseimbangan dan membahayakan.
Baca Juga : Kisah Oreo, Rakun Inspirasi Rocket Raccoon di Guardian of the Galaxy
Sepeda juga harus dilengkapi dengan lampu di bagian depan dan belakang yang dinyalakan pada malam hari serta kaca spion.
Jika teman-teman bersepeda bersama teman yang lain, biasanya akan bersepeda dengan berjejer dan mengobrol.
Nah, hal ini ternyata juga dilarang saat bersepeda di Jepang, lo, teman-teman.
Jika Melanggar Peraturan Akan Ditilang
Bukan hanya pengendara motor dan mobil saja, lo, yang bisa ditilang di Jepang, karena pengendara sepeda yang melanggar peraturan juga akan mendapatkan surat tilang.
Surat tilang akan dikeluarkan oleh polisi bagi pelanggar yang sudah berusia di atas 14 tahun, nih, teman-teman.
Hukuman yang berlaku juga berbeda-beda, yaitu bisa berupa membayar denda atau harus mendapatkan hukuman kurungan, tergantung dengan pelanggaran yang dilakukan.