Menjelang Idul Fitri, Simak Tradisi Unik Takbiran Berbagai Daerah di Indonesia, yuk!

By Tyas Wening, Senin, 3 Juni 2019 | 17:53 WIB
Suasana takbiran yang dilakukan oleh warga (KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELI)

Terlebih pada zaman dulu belum ada listrik yang digunakan untuk menyalakan alat penerangan, teman-teman. Ini membuat tumpukan batok kelapa yang dibakar ini sangat berguna untuk penerangan saat malam hari.

Untuk teman-teman yang ada di Bengkulu dan akan melakukan tradisi takbiran ronjok sayak, sebaiknya hati-hati dan selalu meminta bantuan orang dewasa, ya, agar tetap aman saat menyalakan api.

3. Meriam Karbit di Pontianak

Malam takbiran akan terasa meriah karena adanya suara-suara keras dari orang-orang yang melakukan kegiatan takbiran, baik dari alat musik, atau menyanyikan lagu-lagu.

Malam takbiran di Pontianak juga meriah dan akan terdengar suara keras, nih, teman-teman.

Baca Juga: Unik, Ada Festival Membuat Anak Menangis di Jepang! Seperti Apa, ya?

Bedanya, suara keras yang terdengar di Pontianak ini bukan berasal dari suara alat musik maupun suara orang yang bernyanyi saat takbiran.

Warga Pontianak akan menyalakan meriam dengan bunyi ledakan yang keras.

Tujuan meriam ini diledakkan adalah untuk mengusir roh jahat yang berusaha mengganggu saat hari kemenangan tiba.

Tradisi ini sudah dilakukan untuk meneruskan kebiasaan Sultan Syarif Abdurahman Alkadri yang membunyikan meriam karbit saat malam karbit.

Nah, biasanya pemerintah setempat akan melangsungkan Festival Meriam Karbit setiap tahunnya sebagai dukungan terhadap tradisi yang sudah dilakukan sejak lama.

Itu tadi beberapa tradisi malam takbiran yang diselenggarakan di berbagai daerah di Indonesia.

Bagaimana tradisi malam takbiran di daerah teman-teman?

#GridNetworkJuara

Tonton video ini juga, yuk!