Burung Hoatzin, Burung Mirip Archaeopteryx dari Hutan Amazon

Eva Jessica Senin, 22 Juni 2020 | 14:06 WIB
Burung Hoatzin (Francesco Veronesi/CC BY-SA 2.0 )

Bobo.id - Hutan Amazon memang amat menarik karena dipenuhi berbagai tumbuhan dan hewan langka.

Salah satu hewan langka itu adalah burung berwarna indah bernama burung hoatzin.

Burung Mirip Archaeoptoryx

Burung hoatzin (Opisthocomus hoazin) adalah burung asli Hutan Amazon. Burung ini suka hidup di dalam hutan belantara yang rimbun.

Namun, mereka senang membangun sarang di dekat sumber air, seperti di rawa-rawa atau sungai.

Burung hoatzin adalah satu-satunya anggota keluarga Opisthocomus yang tersisa di dunia. Jenis burung lain yang ada dalam keluarga ini sudah punah.

Burung hoatzin juga sering disebut burung reptil karena tubuhnya dianggap mirip dengan archaeoptoryx.

Baca Juga: Benarkah Burung Termasuk Dinosaurus yang Masih Ada di Bumi? #AkuBacaAkuTahu

Tubuhnya yang cukup panjang serta cakar yang ada pada sendi sayapnya, membuat burung ini mirip dengan burung purba itu.

Hal yang membedakan adalah warna bulunya yang cokelat kehitaman dengan wajahnya yang biru terang dengan jambul cokelat muda.

Uniknya, meskipun memiliki tubuh dan sayap yang cukup besar, burung hoatzin tidak sering menggunakan sayapnya untuk terbang.

Sebab, meskipun sayapnya cukup kuat, otot dada burung ini lemah.

Itu pula yang menyebabkan burung hoatzin senang membangun sarang dekat dengan sumber makanan dan sumber air.

Pencernaan yang Unik

Selain disebut sebagai burung reptil, burung hoatzin juga sering disebut burung bau.

Sebutan ini berasal dari bau busuk yang disebabkan oleh fermentasi yang terjadi di dalam pencernaannya.

Burung hoatzin adalah hewan herbivora. Makanan utamanya adalah daun dan buah.

Menariknya, tanaman yang dimakan oleh burung ini biasanya mengandung banyak bakteri. Bakteri ini bertugas membantu proses pencernaan burung hoatzin dengan cara fermentasi.

Menariknya lagi, burung hoatzin butuh waktu sangat lama untuk makan.

Burung ini bisa menghabiskan waktu empat jam dalam sehari hanya untuk makan pada pagi dan sore hari.

Sedangkan untuk mencerna makanan hingga dikeluarkan kembali, burung hoatzin membutuhkan waktu hingga 45 jam. Unik, ya!

Baca Juga: Kepodang Emas, Burung Berbulu Kuning Keemasan dengan Nilai Filosofis yang Menjadi Maskot Jawa Tengah

-----

Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa, dan komik yang kocak, langsung saja berlangganan majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids dan Album Donal Bebek. Caranya melalui: www.gridstore.id

Atau teman-teman bisa baca versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di ebooks.gramedia.com

Penulis : Eva Jessica
Editor : Iveta Rahmalia