Gejala DBD pada Anak yang Harus Diwaspadai Agar Tidak Telat Penanganan

By Niken Bestari, Kamis, 24 Februari 2022 | 18:00 WIB
Gejala demam dengue dan DBD pada anak yang harus diwaspadai. (Pixabay.)

Bobo.id - Selain COVID-19 varian Omicron, penyakit lain berupa Demam Berdarah Dengue (DBD) juga meningkat.

Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti.

DBD adalah penyakit yang disertai dengan pendarahan di tubuh, sehingga sangat berbahaya bagi anak-anak, terutama jika telat penanganannya. Oleh sebab itu, sebaiknya pahami dan amati gejala awal DBD untuk segara mendapat penanganan yang memadai.

Perlu diketahui, sebelum berubah menjadi Demam Berdarah Dengue, virus Dengue akan menyebabkan Demam Dengue terlebih dahulu.

Perbedaannya, Demam Dengue merupakan gejala awal dan lebih ringan dari Demam Berdarah Dengue. Demam Dengue ini lebih mudah diobati daripada Demam Berdarah Dengue.

Gejala Awal Demam Dengue pada Anak

- Demam tinggi selama 3 hingga 14 hari setelah anak digigit nyamuk.

- Anak mengeluhkan mual dan sakit kepala.

- Muncul keluhan nyeri pada otot dan pegal linu di seluruh tubuh.

Baca Juga: Selain Omicron, Penyakit Demam Berdarah Juga Melonjak di 9 Wilayah Berikut

- Muncul ruam kemerahan pada kulit.

- Pembengkakan pada kelenjar getah bening, di sekitar leher, ketiak, tulang selangka, dan pangkal paha.