Dongeng Anak: Keledai Bertelinga Panjang #MendongenguntukCerdas

By Sarah Nafisah, Senin, 6 Juni 2022 | 18:20 WIB
Keledai Bertelinga Panjang (Dok. Majalah Bobo/dhian)

Bobo.id - Teman-teman sudah tahu manfaat mendongeng, kan? Mendongeng bisa membuat kita menjadi cerdas.

Nah, hari ini ada dongeng anak yang berjudul Keledai Bertelinga Panjang.

Jangan lupa untuk membaca dongeng atau minta orang tuamu untuk mendongeng untukmu, ya!

----------

Pak Pedi baru saja membeli seekor keledai muda. Keledai itu nantinya akan membawa barang-barang dagangannya. Pak Pedi biasanya melewati terowongan yang menembus gunung untuk menuju ke desa di seberang gunung.

Keledai Pak Pedi itu diberi nama Elka. Menurut Pak Pedi, Elka sangat cantik karena bertelinga panjang dan menjulang lancip ke atas. Hidung Elka juga sangat lembut.

Hari ini adalah hari pertama Elka bekerja. Pak Pedi meletakkan barang dagangan di punggung Elka, lalu menuntunnya berjalan menuju terowongan di kaki gunung. Semula, semua berjalan lancar. Namun saat akan melewati terowongan, Elka tiba-tiba tak mau berjalan lagi. Ia terdiam di depan terowongan.

Pak Pedi berusaha mendorong tubuh Elka agar mau masuk ke terowongan. Namun keledai muda itu tetap bertahan. Pak Pedi akhirnya menyadari sesuatu.

“Astagaaa… aku baru sadar kalau terowongan ini agak rendah! Elka tak bisa lewat karena telinganya akan tersangkut di langit-langit terowongan!” seru Pak Pedi.

Baca Juga: Dongeng Anak: Dua Pangeran #MendongenguntukCerdas

Pak Pedi berusaha membujuk Elka. Ia mengusap-usap kepala Elka dan berbisik, “Elka sayang, kau harus melipat telingamu supaya kita bisa melewati terowongan ini! Kita harus membawa barang-barang dagangan ini ke desa seberang.”

Sayangnya, sebagai keledai, Elka sangat keras kepala. Ia tak mau mendengar perintah Pak Pedi. Ia tetap berdiri dengan telinganya yang tegak ke atas. Ia samasekali tak mau menekuk telinga indahnya.

Pak Pedi sangat bingung. Ia berpikir sejenak, dan akhirnya mendapat ide. Ia membuka barang dagangannya di punggung Elka dan mencari sesuatu. Akhirnya, Pak Pedi menemukan sebuah alat pahat.

Ia lalu mulai bekerja. Pak Pedi memahat dua cekukan alur di langit-langit terowongan batu itu. Ia bermaksud membuat dua alur itu di sepanjang terowongan, sampai ke ujung satunya. Kedua alur itu kira-kira cukup untuk dilewati kedua telinga Elka. Kedua alur itu akan jadi seperti rel buat telinga Elka.

Belum lama Pak Pedi bekerja, tiba-tiba datanglah seorang polisi.