✕

3 Macam Sudut Pandang dalam Sebuah Karya Fiksi Cerpen, Apa Saja Cirinya?

Grace Eirin, Sarah Nafisah
Rabu, 26 April 2023 | 07:00 WIB

Dalam cerita, terdapat beberapa macam sudut pandang cerita.

Contoh penggunaan dalam cerita:

Hari ini aku lelah sekali karena banyak les yang harus aku datangi sepulang sekolah. Namun, jika aku tidak berangkat les, bisa-bisa Ibuku sedih. Lagi pula, hari les hanya berlaku 3 hari dalam seminggu. Kunikmati saja selagi besok sudah memasuki akhir pekan.

2. Sudut Pandang Orang Kedua

Sudut pandang orang kedua biasanya ditandai dengan adanya narator atau pencerita yang seolah-olah berbicara kepadamu untuk menjelaskan cerita.

Biasanya, sudut pandang ini menggunakan kata ganti 'kau' atau 'kamu'.

Namun, dalam sebuah karya fiksi seperti cerpen, sudut pandang orang kedua jarang digunakan oleh pengarang.

Contoh penggunaan dalam cerita:

Sudah dua jam berlalu, namun kamu tidak segera sampai di rumah. Apakah karya wisatanya ada kendala? Apakah kamu dan teman-temanmu sedang mengalami macet? Kita sudah berjanji akan membuka kado ulang tahun bersama.

3. Sudut Pandang Orang Ketiga

Sudut pandang orang ketiga adalah ketika pengarang berperan sebagai orang yang serba tahu namun tidak berada di dalam tokoh cerita.

Biasanya, sudut pandang ini menggunakan kata ganti 'dia' atau 'mereka'.

Baca Juga: 5 Perbedaan Teks Puisi dan Teks Cerpen, Cari Jawaban Bahasa Indonesia

Diketahui, sudut pandang orang ketiga dibagi menjadi dua jenis, yaitu sudut pandang ketiga tunggal dan sudut pandang ketiga majemuk.

Sudut pandang ketiga tunggal berarti pengarang hanya fokus pada satu tokoh utama, sedangkan sudut pandang ketiga majemuk berarti pengarang fokus pada beberapa tokoh.

Dalam sudut pandang ini, ada beberapa cara yang digunakan pengarang untuk menggambarkan dirinya, yaitu sebagai orang yang serba tahu atau terbatas.