✕

Arteta dan Arsenal di Tengah Tekanan Yang Meningkat dan Badai Cedera yang Melanda

Gabriel Stanza, David Togatorop
Senin, 20 Januari 2025 | 17:57 WIB

Arteta sang pelatih Arsenal.

Cedera yang dialami Bukayo Saka mungkin cedera yang paling berdampak bagi Arsenal. Pemain berumur 23 tahun jebolan Akademi Arsenal tersebut merupakan pemain kunci Arsenal dan selalu diandalkan oleh Arteta untuk menciptakan sesuatu yang dapat membawa Arsenal keluar dari kebuntuan dalam suatu pertandingan.

Saka yang saat ini cedera hamstring, dan diperkirakan absen hingga Maret, sangat dirasakan kehilangannya oleh Arsenal. Lini serang Arsenal seperti mudah ditebak dan seperti ada sesuatu yang kurang. Bagaimana tidak, kemampuan Saka untuk menggocek lawan, memberikan umpan, dan mencetak gol merupakan komponen yang sangat berharga bagi Arteta, dan kini komponen itu harus hilang dalam jangka waktu tidak sebentar.

Pengamat sepakbola dan fans juga mengatakan bahwa Arsenal suka membuang peluang saat di depan gawang. Sebenarnya Arsenal masih sering menciptakan peluang emas bagi para penyerang, namun saat di depan gawang, bola akan ditepis oleh kiper, atau melambung keluar lapangan. Hal ini dapat dilihat dengan jelas saat melawan Manchester United di FA Cup.

Pada pertandingan itu, Arsenal menciptakan banyak peluang melawan Manchester United yang bermain dengan 10 pemain. Peluang tersebut semuanya disia-siakan oleh penyerang mereka, terlebih Kai Havertz yang pada pertandingan tersebut beberapa kali mendapat peluang namun gagal dieksekusi.

Dalam pertandingan tingkat intensitas tinggi sepeeti di Premier League, sebuah pertandingan dapat ditentukan dengan satu momen saja, entah itu kesalahan bek sendiri atau lawan, ataupun sebuah peluang emas. Arsenal musim ini berkali-kali mendapatkan peluang emas untuk memenangkan pertandingan, namun gagal dieksekusi dengan maksimal.

Gabriel Jesus sebelum mengalami ACL, sedang dalam performa yang baik, di mana ia mulai bisa mencetak gol dengan rutin. Sayangnya, saat melawan Manchester United, ia mengalami cedera dan harus ditarik keluar, dan setelah diperiksa, ia mengalami cedera ACL dan harus menepi hingga akhir musim.

Martinelli musim ini juga sedang menurun performanya, beserta Odegaard, di mana sebelumnya kedua pemain ini merupakan komponen penting dalam serangan beserta Saka untuk merobek gawang musuh yang mereka hadapi. Semua hal ini tentu menjadi faktor mengapa Arsenal kadang sering gagal untuk menyelesaikan suatu pertandingan dengan efektif.

Arsenal membutuhkan seorang striker tajam yang dapat membuat gol hanya dengan 1 atau 2 tembakan. Alexander Isak dari Newcastle United dan Benjamin Sesko dari RB Leipzig dikabarkan menjadi incaran, namun pada pertengahan suatu musim, harga mereka tentu tidak akan murah, dan Isak dan Sesko merupakan pemain penting di klubnya masing-masing.

Jika mereka tidak membeli siapapun pada bursa transfer Januari ini, maka Arteta harus menggunakan pemain seadanya yang Ia miliki. Arteta hanya dapat berharap Martinelli dan Odegaard dapat Kembali balik ke performa terbaik mereka.

Faktor-faktor ini adalah faktor yang berada di luar kendali Arteta. Yang bisa dialakukan Arteta saat ini adalah tetap mempercayai pemain-pemainnya, dan menjalani setiap pertandingan dengan rasa optimis agar Arsenal tidak terjungkal lagi dalam misi mereka mengejar gelar Liga Inggris pertama sejak tahun 2004.

Baca Juga: 15 Fakta Menarik Kepulauan Madeira, Kampung Halaman Pesepak Bola Dunia