Dongeng Anak: Qelsa dan Bibi Safin
Qelsa tak mau mendengar lagi. Dia berlari pulang dengan hati dongkol.
"Penyihir apaan?! Kucing hitam apaan?!" gerutu Qelsa sambil memeluk Vet dan Mins erat-erat. Keduanya mengeong perlahan sambil menggoyang-goyangkan ekornya.
Saat Bibi Safin pulang, Qelsa langsung mengadu. Bibinya diam saja. Lalu berkata perlahan,
"Bibi memang penyihir!"
"Bibi bohong!" jerit Qelsa tertahan.
"Tak mungkin Bibi penyihir.. huhuhu!" Qelsa terisak.
"Dengar Qelsa. Bibi memang penyebab susu menjadi asam dan Bessy jatuh ke got," wajah Bibi Safin makin serius.
"Sebenarnya Bibi tidak menghendaki hal itu terjadi."
"Lalu kenapa Bibi lakukan?" tanya Qelsa masih dengan tatapan tak percaya.
Bibi Safin mulai bercerita, "Bibi serta ayah ibumu berasal dari Desa Penyihir. Di sana kami diajari berbagai macam ilmu sihir oleh Penyihir Kerdil. Dia yang memimpin desa kami."
Qelsa mendengarkan sambil meremas-remas ujung roknya.
Baca Juga: Dongeng Anak: Keinginan Peri Kecil
"Bibi, ayah, dan ibumu adalah murid-murid kesayangan Penyihir Kerdil. Karena merasa diistimewakan, kami bertiga menjadi sombong lalu bersaing ilmu sihir."