✕

Kenapa Timnas Inggris yang Penuh Bintang Sering Gagal di Piala Dunia?

Petra Christian Nugraha, Sarah Nafisah
Rabu, 05 November 2025 | 19:00 WIB

Tim nasional Inggris pada Piala Dunia 2006

Satu-satunya momen ketika "Sepak Bola Pulang ke Rumah" adalah pada Piala Dunia 1966. Saat itu, Inggris menang di kandang sendiri.

Kemenangan ini adalah satu-satunya gelar besar yang pernah mereka raih.

Sayangnya, setelah momen ajaib itu, tim Inggris gagal mengulanginya.

Pada Piala Dunia berikutnya di tahun 1970, Inggris langsung tersingkir di perempat final, menunjukkan bahwa kesuksesan 1966 hanya sementara.

Satu Tim, tapi Seperti Tidak Satu Tim

Di tahun 2000-an, Inggris memiliki tim impian yang disebut "Generasi Emas" yang diisi oleh pemain-pemain bintang.

Ada nama-nama besar seperti David Beckham, Steven Gerrard, Frank Lampard, dan Wayne Rooney, yang semuanya adalah pemain kelas dunia di klub masing-masing.

Sayangnya, meskipun nama-nama itu hebat secara individu, mereka tidak pernah berhasil sebagai tim.

Salah satu masalah besarnya adalah persaingan klub. Pemain Liverpool (Gerrard) dan Manchester United (Rio Ferdinand) bersaing sengit di liga lokal, sehingga mereka membawa permusuhan itu ke tim nasional.

Mereka sering membentuk kelompok-kelompok kecil (cliques) dan bahkan duduk di meja makan yang terpisah saat timnas berkumpul.

Selain itu, para manajer Inggris saat itu sering menggunakan formasi yang kaku, yaitu 4-4-2.

Baca Juga: Profil Klub Manchester United, Raksasa Inggris yang Hilang Sejak Sir Alex Pergi

Formasi ini tidak cocok untuk menampung semua gelandang berbakat seperti Lampard dan Gerrard secara bersamaan, sehingga membuat mereka sulit bermain maksimal.