Hasil Karya Pendidik Kecil

By Sylvana Toemon, Senin, 23 April 2018 | 10:00 WIB
Hasil Karya Pendidik Kecil (Sylvana Toemon)

Kemudian Ibu bercerita. Waktu itu Ibu berusia 11 tahun dan Tante Tita, adik Ibu berusia 10 tahun. Suatu hari mereka berdua membaca buku cerita. Kisah tentang seorang wanita kulit putih yang mendidik anak kulit hitam dengan kasih sayang. Anak itu diajari kebersihan, dimasukkan ke sekolah dan dibantu bila mengalami kesulitan. Setelah dewasa, anak kulit hitam itu tamat universitas dan akhirnya menjadi pejabat tinggi di negaranya.

Ibu dan Tante Tita sangat terkesan akan cerita itu. Mereka juga ingin mendidik seorang anak. Akhirnya pilihan jatuh pada Sumi. Waktu itu usia Sumi 4 tahun. Ibunya menggelar tikar di pasar dan berjualan bawang, kentang, cabai, dan bumbu dapur, serta sedikit sayur-sayuran. Sumi selalu tampak dekil dan kumal, walaupun sebenarnya wajahnya cantik. Rambutnya juga kusut dan ingusnya sering meleleh.

Ibu dan Tante Tita mulai mendekati Sumi dan ibunya. Mereka sering berbelanja di sana dan sekali-sekali membawakan kue atau buah untuk Sumi.

Lalu suatu hari mereka berdua meminjam Sumi. Di rumah, Sumi dimandikan dengan sabun wangi, wajahnya dibedaki dan diajarkan menyikat gigi dan dibelikan sabun dan odol. Rambutnya digunting oleh Nenek. Sudah itu ia dipakaikan baju bekas Tante Tita.

Kemudian Ibu dan Tante Tita membawa Sumi ke depan kaca dan berkata, "Lihat, Sumi cantik, bukan? Jangan mau jadi anak jelek lagi. Tiap pagi dan sore harus mandi bersih-bersih dan menyikat gigi. Nanti kalau rambutnya panjang, potong lagi, ya?"

Sejak itu Sumi terus berkawan dengan Ibu dan Tante Tita. Ketika Sumi bersekolah, kalau ada kesulitan ia datang pada Ibu dan Tante Tita. Ibu meminjamkan buku-buku pelajaran dan memberinya buku tulis.

Sumi yang cerdas akhirnya mendapat beasiswa dan tamat dari Akademi Bahasa Asing. Kemudian ia menikah. Suaminya seorang sarjana dan berhasil menjadi diplomat muda dan tinggal di Amerika beberapa tahun. Sekarang mereka kembali ke Indonesia.

"la berterima kasih pada Ibu karena Ibu dan Tante Tita telah mendidiknya," komentar Listi.

"Padahal waktu itu Ibu masih kecil. Masih seusia kita, tapi sudah berani mengambil tindakan seperti itu," kata Dian.

"Menjadi pendidik tak usah tunggu sampai kita jadi orang dewasa. Kita, kan, bisa lakukan hal-hal sesuai kemampuan kita," kata Ibu.

"Ibu tidak takut ibu Sumi tersinggung?" tanya Listi.

"Ibu Sumi sibuk dengan dagangannya. la malah senang kalau anaknya ada yang bantu mengurus dan mendidik. Lagi pula kita kan menjalin hubungan dulu. Kalau belum kenal pasti Sumi juga takut," kata Ibu.