Sejarah Perubahan Bunyi Sila dalam Pancasila

By Putri Puspita, Rabu, 31 Mei 2017 | 05:25 WIB
Pancasila sebagai Dasar Negara Indonesia. Foto: pancasila.filsafat.ugm.ac.id (Putri Puspita)

Pancasila yang dikenal sebagai dasar negara saat ini mengalami sejumlah proses perubahan dari rumusan awal yang disampaikan oleh Soekarno. Yuk, kita lihat perubahannya.

1 Juni 2017

Urutan Pancasila dalam rumusan yang dibuat Soekarno pada 1 Juni 1945 adalah:

1. Kebangsaan Indonesia 2. Internasionalisme atau perikemanusiaan 3. Mufakat atau demokrasi 4. Kesejahteraan sosial 5. Ketuhanan yang Maha Esa

BPUPKI kemudian membentuk tim yang terdiri dari sembilan orang untuk merumuskan kembali Pancasila yang dicetuskan Soekarno. Adapun sembilan orang itu adalah Soekarno, Muhammad Hatta, AA Maramis, Abikusno Tjokrosoejoso, Abdulkahar Muzakir, Agus Salim, Ahmad Soebardjo, Wahid Hasyim, dan Muhammad Yamin.

Rumusan Panitia Sembilan

Sembilan orang itu kemudian mulai mengubah susunan Pancasila versi Soekarno, menjadi:

1.   Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sila pertama ini kemudian diganti “Ketuhanan Yang Maha Esa dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluknya”

2.   Perikemanusiaan yang adil dan beradab

3.   Persatuan Indonesia

4.   Kerakyatan

5.   Kesejahteraan Sosial