Sayembara Menyembuhkan Ibu Ratu

By Putri Puspita, Selasa, 25 Juli 2017 | 10:00 WIB
Ibu Ratu. Ilustrasi: http://www.wikihow.com (Putri Puspita)

Kerajaan sedang bersedih akhir-akhir ini. Ibu Ratu jatuh sakit sudah berhari-hari. Sakitnya cukup aneh. Ia lemas dan tidak ingin melakukan apa-apa. Ibu Ratu hanya memilih tidur dan sudah berhari-hari begitu. Para tabib di dalam kerajaan tidak kunjung menemukan ramuan yang ampuh untuk Ibu Ratu.

Raja dan pangeran berkeliling bahkan sampai ke negeri seberang untuk mencari obat untuk Ibu Ratu. Namun, hasilnya nihil. Ibu Ratu masih tetap lemas dan tidak bersemangat.

“Wahai istriku, sakit apa gerangan yang menimpamu?” tanya Raja.

“Aku pun tidak tahu, aku tak ingin melakukan apa-apa. Lemas saja rasanya. Sulit untuk menjelaskannya,” jawab Ibu Ratu.

Banyak sekali tabib dari kerajaan lain yang didatangkan ke istana, tetapi tak satupun bisa membawa kesembuhan untuk Ibu Ratu. Akhirnya, pangeran berinisiatif untuk membuka sayembara kepada rakyatnya.

“Raja, bagaimana kalau kita buat sayembara untuk rakyat. Mungkin saja diantara ratusan rakyat yang tinggal di kerajaan ini, ada yang punya obat untuk kesembuhan Ibu Ratu,” kata Pangeran.

“Benar juga. Mari kita adakan,” jawab Raja.

Sayembara segera dibuat. Pagi-pagi, pengawal istana sudah berkoar-koar di pasar terbesar di kerajaan ini.

“Bagi siapa saja yang bisa menyembuhkan Ibu Ratu, akan diberikan hadiah, yaitu sebuah rumah di samping istana. Terima kasih,” begitulah isi pengumumannya.

Semua rakyat bersorak, membayangkan mendapatkan bisa tinggal di sebelah istana.

Keesokan harinya, satu per satu rakyat datang ke istana. Mereka membawa berbagai macam ramuan. Tabib istana mengecek ramuan itu sebelum diberikan kepada Ratu. Tentu saja, semua tidak ingin sang Ratu meminum ramuan yang salah.

Ada yang membawa ramuan dari bunga keabadian, Edelwise, ada yang membawa ramuan dari tumbuhan langka. Ada yang membawa air dari tujuh sungai ajaib, dan banyak lagi ramuan lainnya. Semuanya ingin Ratu sembuh dan tentu saja ingin mendapatkan hadiah sebuah rumah di sebelah istana.

Sayang sekali, walaupun sudah satu minggu berlalu, tak satupun ramuan bisa menyembuhkan Ibu Ratu.