Tumpeng, Satu Nama Beda Makna

By Eka Kartika, Senin, 4 September 2017 | 07:01 WIB
Tumpeng merah putih, Karya Ibu Riyati Kustam, Foto: Eka Kartika (Eka Kartika)

Tumpeng adalah olahan nasi berbentuk kerucut dengan berbagai hiasan lauk pauk yang diletakkan di atas tampah besar. Biasanya, tumpeng ini selalu hadir di beberapa perayaan. Baik itu hari kelahiran, syukuran, maupun perayaan tertentu. Meskipun namanya sama-sama tumpeng, makna dan jenis dari tumpengan ini sangatlah beragam, lo!

Tumpeng Seremonial

Kalau tumpeng yang satu ini, tumpeng bertema bebas. Mengapa demikian? Sebab tumpeng seremonial tidak pernah memerhatikan makna filosofis, seperti tumpeng lain. Biasanya tumpeng seremonial dihias sebagus mungkin untuk dipersembahkan di perlombaan.  Misalnya, tumpeng peringatan hari kemerdekaan.

Tumpeng Putih

Pemilihan warna putih biasanya karena melambangkan kesucian. Sehingga, tumpeng yang dilengkapi dengan sayur dan lauk-pauk ini sering digunakan dalam acara keagamaan yang sakral.

Biasanya, tumpeng putih tidak disajikan bersama ayam goreng, melainkan ayam yang dimasak secara khusus atau disebut ayam ingkung. Tumpeng putih juga disajikan dengan ikan asin, tempe, dan tahu bacem.

Tumpeng Nasi Kuning

Berbeda dengan tumpeng nasi putih, tumpeng nasi kuning sering disajikan dengan abon, perkedel, potongan telur dadar, kering-keringan, ditambah irisan mentimun. Tumpeng ini melambangkan kekayaan dan moral yang luhur.

Nasi olahan yang warna kuningnya berasal dari kunyit ini, disajikan untuk acara syukuran. Misalnya, acara kelahiran adik bayi, acara ulang tahun, dan pernikahan.

Tumpeng Pungkur

Tumpeng tidak hanya ada pada saat syukuran atau memperingati kebahagiaan. Ketika berduka, atau berniat tolak bala, nasi tumpeng juga dibuat. Tumpeng pungkur namanya.

Bentuk tumpeng pungkur berupa gunungan yang dibelah menjadi dua bagian dan diletakkan pada posisi saling bertolak belakang (ungkur – ungkuran).