Yuk, Mengenal Aurora, Cahaya Warna-warni Indah di Langit Kutub!

By Cirana Merisa, Selasa, 5 Juni 2018 | 14:30 WIB
Aurora terjadi karena ada gesekan partikel dari Matahari dan atmosfer Bumi.
Aurora terjadi karena ada gesekan partikel dari Matahari dan atmosfer Bumi. (Pixabay)

Bobo.idAurora merupakan fenomena alam yang sangat indah.

Bagaikan penari, cahaya aurora menari-nari di langit malam di kutub.

Yuk, kita mengenal lebih jauh tentang aurora!

BACA JUGA: Misteri Suara Aurora yang Berhasil Terpecahkan

Terjadinya Aurora

Aurora terjadi di lapisan ionosfer.

Pada lapisan ini, cahaya muncul karena medan magnet planet berinteraksi dengan partikel yang dipancarkan oleh matahari.

Aurora dapat tercipta karena adanya miliaran partikel yang dilontarkan Matahari dengan kecepatan tinggi.

Kecepatannya mencapai 500 mil per detik dalam sebuah pancaran cahaya.

Pancaran ini terbentuk karena adanya ledakan besar di permukaan Matahari.

Kemudian, partikel-partikel dari pancaran ini menumpuk di udara, dan terisap oleh magnet Bumi di Kutub Utara dan Selatan.

Sederhananya, aurora terjadi karena ada gesekan partikel dari Matahari dengan atmosfer Bumi.

BACA JUGA: 6 Lokasi Terbaik untuk Mengamati Keindahan Aurora di Langit Malam

Lebih Indah pada Malam Hari

Fenomena ini ditandai dengan langit yang tiba-tiba menjadi gelap, lalu muncul cahaya terang benderang yang indah.

Biasanya cahaya tersebut akan berwarna merah, hijau, dan seperti lembayung.

Keindahan aurora juga dapat dipengaruhi oleh cuaca dan polusi cahaya.

Waktu terbaik untuk melihat keindahan aurora adalah saat langit terlihat gelap dan cuaca cerah.

Biasanya orang-orang menikmati aurora pada malam hari, karena cahayanya akan terlihat terang, jelas, dan indah.

BACA JUGA: Tidur di Bawah Pemandangan Aurora

Jenis-jenis Aurora

Aurora Australis adala jenis aurora yang hanya terlihat di Kutub Selatan sehingga disebut juga cahaya selatan.

Cahaya aurora ini biasanya berwana hijau, terkadang berwarna kemerahan atau seperti cahaya matahari terbit.

Aurora ini dapat dilihat di bagian selatan Bumi, seperti Antartika, Amerika Selatan, Australia, New Zealand.

Aurora Borealis adalah jenis aurora yang sering disebut dengan cahaya utara.

Nama Borealis sendiri berasal dari bahasa Yunani boreas yang artinya angin utara.

Secara keseluruhan, aurora ini hampir tidak ada bedanya dengan Aurora Australis.

Perbedaannya hanya terletak pada lokasi terjadinya saja.

BACA JUGA: Berbentuk Seperti Pita Berwarna Ungu, Inilah Aurora Baru yang Bernama Steve

Tidak Terjadi di Indonesia

Di Indonesia, fenomena aurora sangat sulit terjadi.

Hal ini karena Indonesia terletak di garis khatulistiwa.

Seperti dijelaskan di atas, aurora adalah partikel-partikel yang menumpuk di udara lalu terhisap oleh magnet Bumi di sekitar Kutub Utara dan Selatan.

Medan magnet Bumi hanya ada di kutub-kutub ini, bukan di Indonesia.

Itulah kenapa aurora tidak terjadi di Indonesia.

Teks: Danastri Permata Putri

BACA JUGA: Aurora di Planet Jupiter

Lihat video ini juga, yuk!