Panti Wreda

  • Kamis, 14 September 2017 09:00 WIB

Panti wreda | Dok. Majalah Bobo

Pagi itu ada yang berbeda di rumah besar Datuk. Di terasnya ada koper-koper tua yang disusun rapi. Datuk duduk di sampingnya sambil membaca koran.

“Ini koper-koper yang di kamar Datuk, kan?” tegur Rudi.

“Datuk mau pergi, ya? Mau ke mana?” tanya Runi ingin tahu.

“Datuk mau mengunjungi teman-teman lama,” jawab Datuk dengan wajah gembira.

“Wah, pantas saja Datuk senang sekali wajahnya,” ujar Rudi.

“Kalian ikut mengantar, yuk, ke tempat teman-teman Datuk,” ajak Datuk.

Tin! Tin! Terdengar bunyi klakson mobil. Mobil yang akan mengantarkan Datuk sudah datang. Pengemudinya segera turun untuk membantu mengangkat koper-koper Datuk yang antik. Kedua anak kembar itu bersama Datuk dan Bu Dini kemudian duduk di dalam mobil. Runi dan Rudi tertidur dalam perjalanan yang cukup jauh itu.

“Lo, ini di mana?” tanya Rudi ketika terbangun.

Rudi melihat ke sekeliling. Ada taman-taman yang asri dengan bunga-bunga berwarna cerah. Melihat kekaguman Rudi, Bu Dini membuka jendela. Dari celah jendela yang terbuka itu berhembus angin pegunungan yang sejuk. Sejuknya berbeda dengan alat pendingin udara yang ada di mobil. Runi terbangun saat angin sejuk itu mengenai wajahnya.

“Wow, sejuknya!” seru Rudi sambil mengagumi pemandangan sekitar.

Sumber : dok. Majalah Bobo

Reporter : Sylvana Toemon
Editor : Sylvana Toemon

KOMENTAR

MOST READ

Hantu Pencopet

3 hari yang lalu

Legenda Empat Musim

3 hari yang lalu

Alunan Gitar Misterius

2 hari yang lalu

Guling Pocong

3 hari yang lalu

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×