Tinggal 3 Ekor di Dunia, Kura-kura Raksasa Yangtze Terancam Kritis

By Avisena Ashari, Kamis, 18 April 2019 | 16:03 WIB
Kura-kura raksasa tempurung lunak Yangtze (Rafetus swinhoei) kini tinggal 3 ekor di dunia (John Edward Gray and/or G.H. Ford/Wikimedia Commons)

Peneliti sudah mencoba melakukan inseminasi buatan untuk Xiangxiang selama lima kali.

Namun pada percobaan yang terakhir, Xiangxiang meninggal dunia satu hari setelah inseminasi buatan dilakukan.

Dengan wafatnya Xiangxiang, kura-kura tempurung lunak Yangtze semakin dekat pada kepunahan, teman-teman.

Tiga Ekor Kura-kura Tempurung Lunak Yangtze Lainnya

Selain Xiangxiang, ada satu ekor kura-kura Yangtze jantan yang sudah berusia lebih dari 100 tahun.

Dua kura-kura ini dibawa ke kebun binatang Suzhou pada 2008. Tujuannya adalah menyelamatkan spesies kura-kura tempurung lunak Yangtze.

Kemudian ada juga dua ekor kura-kura Yangtze yang tinggal di alam liar di Hanoi, Vietnam.

Perilaku kura-kura Yangtze membuat dua ekor kura-kura ini sulit untuk diidentifikasi jenis kelaminnya, teman-teman.

Kalau saja ada salah seekor kura-kura  tempurung lunak Yangtze yang merupakan kura-kura betina, maka ilmuwan masih bisa melakukan usaha pengembangbiakan.

Apa yang menyebabkan populasi kura-kura ini begitu sedikit, ya?

Baca Juga : Seekor Penyu Hijau Bertelur di Landasan Pacu Bandara, Apa Sebabnya?