Mengonsumsi Buah dan Sayur Sebaiknya Tidak dalam Bentuk Jus, Kenapa, ya? #AkuBacaAkuTahu

By Tyas Wening, Jumat, 16 Agustus 2019 | 13:30 WIB
Sayur dan buah mengandung antioksidan. (Pixabay)

Terjadi Percepataan Pencernaan dari Konsumsi Jus Buah dan Sayur

Selain serat yang hancur dan gula yang membuat gula darah melonjak, terlalu sering mengonsumsi jus buah dan sayur juga akan membuat terjadinya percepatan pencernaan, nih, teman-teman.

Pencernaan dalam tubuh manusia terjadi secara bertahap, lo, dan setiap prosesnya tidak bisa dilompati.

Mulai dari proses mengunyah, masuk ke kerongkongan, hingga makanan atau minuman mencapai lambung untuk melanjutkan proses cerna sebelum masuk ke usus halus.

Proses cerna yang terdiri dari beberapa langkah ini membuat proses pencernaan punya waktu transit di mana makanan akan mencapai bagian-bagian dalam waktu tertentu, serta adanya waktu cerna.

Baca Juga: Wah, Apel Ternyata Mengandung 100 Juta Bakteri yang Penting untuk Usus

Nah, dengan adanya berbagai proses ini, akan membuat gula dan karbohidrat dalam buah atau sayur tidak membuat gula darah melonjak dengan cepat karena masih terikat oleh serat yang membuatuhkan waktu untuk dicerna.

Namun dengan mengonsumsi jus buah atau sayur, proses cerna ini akan berlangsung lebih cepat karena jus lebih halus dan mudah diproses oleh sistem pencernaan kita.

Ini artinya dengan mengonsumsi buah dan sayur dalam bentuk aslinya, bisa mencegah adanya berbagai penyakit yang ditimbulkan dari melonjaknya gula darah karena percepatan pencernaan.

Agar buah dan sayur tidak kehilangan fungsinya untuk menyehatkan tubuh, sebaiknya kita mengonsumsi buah serta sayur dalam bentuk aslinya.

Caranya dengan dimasak menjadi sayur atau buah juga bisa dimakan langsung atau dipotong menjadi potongan yang lebih kecil.

Yuk, banyak membaca agar semakin banyak informasi dan pengetahuan yang kita dapatkan!

#AkuBacaAkuTahu

#GridNetworkJuara

Lihat video ini juga, yuk!