Dongeng Anak: Sapu Terbang Jenny

Sarah Nafisah, Bobo.id
Selasa, 05 November 2019 | 18:00 WIB

Dongeng Anak: Sapu Terbang Jenny

Jenny tampak kecewa dan beringsut masuk ke kamarnya. Mama memandangnya tersenyum dan melanjutkan membuat kue cokelat.

Jenny merenung di kamarnya. Dia membayangkan teman-temannya. Saat ini mereka pasti sedang bersenang-senang.

Jenny heran. Mengapa Bibi Mathilda memberinya sapu butut itu sebagai hadiah ulang tahunnya tahun lalu.

Baca Juga: Kenapa saat Sakit Kita Jadi Mudah Mengantuk, ya? #AkuBacaAkuTahu

Mulanya sapu itu baik-baik saja. Tapi baru beberapa minggu Jenny memilikinya, sapu itu sudah mulai banyak tingkah. Sudah beberapa kali sapu itu menjatuhkan Jenny dalam perjalanan ke sekolah.

Tidak jarang ia jatuh ke kubangan lumpur sehingga ia datang ke sekolah dalam keadaan belepotan lumpur. Untung Bu Poppy, gurunya, selalu membuatnya bersih kembali dengan bantuan sihir.

Sebagai gadis penyihir berusia sepuluh tahun, tentu banyak hal yang belum Mampu dilakukannya.

Baca Juga: Hinga Mbeta, Hidangan Rumput Laut khas Masyarakat Etnis Rongga Flores

"Bruk!" terdengar suara yang begitu keras, yang membuyarkan lamunan Jenny. Ia mengintip ke halaman melalui jendela kamarnya untuk melihat apa yang terjadi.

Ternyata tadi itu suara koper-koper Bibi Mathilda yang jatuh dari sapu terbang Mama. la melihat Bibi Mathilda sedang memeluk Mama.

"Ayo, masuklah. Aku sudah membuat kue cokelat kesukaanmu dan teh hangat," ajak Mama.

Mereka masuk ke dalam rumah. George, kakak Jenny, menyusul di belakangnya sambil membawa koper-koper.

Dari kamarnya, Jenny mendengar Mama dan Bibi Mathilda tertawa-tawa di meja makan. Entah apa yang mereka bicarakan.