Dongeng Anak: Sapu Terbang Jenny

Sarah Nafisah, Bobo.id
Selasa, 05 November 2019 | 18:00 WIB

Dongeng Anak: Sapu Terbang Jenny

Baca Juga: Membuat Karya Ilmiah: Alat Otomatis Pemberi Nutrisi Sayuran Hidroponik Karya Kurnia R. Wibawaningtyas

"George! Jenny! Kemarilah anak-anak manis...." Terdengar suara Bibi Mathilda memanggil.

Tak lama, kedua anak itu sudah duduk manis di sebelahnya. Mereka mengerti, kalau Bibi memanggil dengan nada seperti itu, pasti mereka akan diberi sesuatu.

Dan benar saja. Bibi Mathilda mengeluarkan bungkusan besar dari dalam tasnya yang berwarna biru tua.

"Ini, aku membawa banyak permen untuk kalian. Aku membelinya di toko permen terbaik di kotaku. Tapi ingat, anak-anak, jangan kalian habiskan sekaligus agar tidak sakit gigi," ujarnya.

"Terima kasih," ujar George dan Jenny bersamaan.

"Bibi, bolehkan aku menanyakan sesuatu?" tanya Jenny takut-takut.

Baca Juga: Membuat Karya Ilmiah: Kampanye Upaya Pelestarian SDA dengan Minecraft Karya Zayyan Ahmad Hanan

"Tentu saja, sayang. Apa yang mau kau tanyakan?" jawab Bibi dengan heran.

"Mengapa sapu yang tahun kemarin Bibi berikan padaku tidak pernah mau menuruti kata-kataku? Dia selalu memberontak," keluh Jenny.

"Bukankah aku sudah memberitahumu tentang keistimewaan sapu itu?" tanya Bibi. Jenny menggeleng kuat-kuat.

Baca Juga: Wah, Populasi Panda Meningkat, tapi Habitatnya Justru Berkurang

Bibi Mathilda menepuk dahinya. "Ya, ampun, maafkan aku, Jenny. Begini, sapu ini hanya akan menurut pada tuannya kalau dia dirawat dengan baik oleh tuannya itu. Apakah kau rajin membersihkan dan menyimpannya dengan baik?" tanya Bibi pada Jenny. Jenny menggeleng dengan malu-malu.