Upacara Rambu Solo di Tana Toraja Penting Dilakukan saat Ada Keluarga yang Meninggal, Ketahui Makna Upacara Ini

By Tyas Wening, Jumat, 13 November 2020 | 09:00 WIB
Rumah adat Tongkonan, salah satu unusru budaya Toraja (Wikipedia.org)

Rambu Solo, Upacara Pemakaman yang Jadi Bagian Tradisi Tana Toraja

Dalam tradisi masyarakat Tana Toraja, upacara pemakaman bagi orang yang sudah meninggal menjadi salah satu upacara yang penting untuk dilakukan.

Rambu Solo merupakan upacara wajib yang dilakukan dalam proses pemakaman di Tana Toraja.

Tujuan dari Rambu Solo adalah untuk mengantarkan jenazah menuju tempat peristirahatannya dan untuk menggenapi kematian yang dialami seseorang.

Masyarakat Toraja percaya, bahwa seseorang yang tidak dimakamkan dengan upacara Rambu Solo setelah meninggal berarti orang itu hanya sakit dan belum meninggal.

Baca Juga: Asal-usul Pulau Nusa di Kalimantan Tengah, Materi Belajar dari Rumah SD Kelas 1-3

Jenazah Hanya Dianggap Sakit Sebelum Upacara Rambu Solo Dilakukan

Dalam melakukan upacara Rambu Solo, ada berbagai prosesi yang harus dilakukan untuk melengkapi upacara ini.

Selain itu, upacara Rambu Solo juga menjadi upacara pemakaman yang dikatakan mahal.

Inilah sebabnya, keluarga membutuhkan waktu berbulan-bulan sebelum akhirnya bisa menggelar upacara Rambu Solo untuk anggota keluarga yang meninggal.

Baca Juga: Ini Alasan Mengapa Lagu Kebangsaan Penting Bagi Banyak Negara, Termasuk Indonesia

Nah, selama mempersiapkan upacara Rambu Solo, anggota keluarga yang meninggal tetap diperlakukan seperti biasa dan dianggap hanya sedang sakit.

Jenazah akan ditidurkan di tempat tidur, diberi makan dan minum, dan diajak berbicara maupun berbicara oleh anggota keluarga yang lain.