3 Penyebab Kota dan Bangunan Kuno Sering Ditemukan Terkubur dalam Tanah, Sudah Tahu?

By Grace Eirin, Jumat, 10 Desember 2021 | 18:00 WIB
Mengapa bangunan kuno sering ditemukan terkubur? (Constantinos Kollias/Unsplash)

1. Letusan Gunung Berapi

Ketika terjadi letusan gunung berapi, maka gunung akan mengeluarkan material-material bumi berupa awan panas, debu vulkanik, hingga lahar dingin. 

Material-material yang berasal dari perut bumi ini bisa mengalir dan tersebar di wilayah-wilayah di sekitarnya. 

Nah, pada zaman kuno, masyarakat belum menemukan teknologi khusus untuk mengurangi dampak dari bencana gunung meletus. 

Baca Juga: Baru Tahu, Ternyata Begini Cara Manusia Kuno Menyimpan Makanan Sebelum Ada Kulkas

Sehingga, ketika gunung berapi meletus, abu vulkanik dan lahar dingin akan mengubur semua bangunan yang dilewatinya. 

Semakin lama, abu vulkanik dan material lahar dingin akan menjadi tanah yang bisa ditumbuhi tanaman atau dibangun bangunan lain di atasnya. 

2. Lumpur yang Terbawa Hujan

Selain material vulkanik, air yang mengalir membawa tanah yang mengendap juga dapat membuat bangunan terkubur.

Hal ini sering terjadi pada bangunan yang terletak di bantaran sungai.