“Aku juga minta maaf, Kak! Selama ini aku salah sangka. Aku kira Kakak malu memiliki adik yang miskin dan tak sukses sepertimu. Karena itu aku segan mengunjungimu,”
Istri dan anak-anak Ron berhamburan keluar dari kereta kuda. Mereka langsung memeluk Ron dan Vince.
“Kami mencintaimu, Paman!” seru ketiga keponakan Vince.
Vince amat bahagia. Diajaknya Ron dan keluarganya kembali ke balai kota. Di sana, Vince memberitahu semua pengunjung bahwa lukisan-lukisan terakhirnya diselesaikan oleh Ronald Dubois, adiknya.
Para pengunjung kaget sekaligus terkesan pada keterampilan Ron yang tak kalah hebat dari kakaknya. Mereka juga memuji kejujuran Vince. Pak Malory meminta Ron mengumpulkan lukisan-lukisannya. Pak Malory berniat mengadakan pameran lukisan untuk Ron. Ron pun menjadi pelukis terkenal seperti Vince.
Vince menulis dalam buku hariannya sambil tersenyum.
Aneh rasanya menjadi pelukis yang tak bisa melukis. Namun, lebih aneh lagi menjadi orang yang membenci saudaranya sendiri. Sebab saat kita kesulitan, saudara kitalah yang pertama kali mengulurkan tangan.
Vince menutup buku hariannya. Dia menatap keluar jendela. Anak-anak Ron telah menunggunya di halaman. Mereka akan pergi memancing di danau. Tentu hari ini dan hari-hari berikutnya akan dilalui Vince dengan penuh sukacita.
Baca Juga: Cerita Misteri: Misteri Putri dengan Payung Geulis #MendongenguntukCerdas
#MendongenguntukCerdas
Tonton video ini, yuk!
----
Ingin tahu lebih banyak tentang pengetahuan seru lainnya, dongeng fantasi, cerita bergambar, cerita misteri, dan cerita lainnya? Teman-teman bisa berlangganan Majalah Bobo.
Untuk berlangganan, teman-teman bisa mengunjungi Gridstore.id.
Ikuti juga keseruan rangkaian acara ulang tahun Majalah Bobo yang ke-50 di majalah, website, dan media sosial Majalah Bobo, ya! #50TahunMajalahBobo2023