Bobo.id - Siapa yang pernah melihat burung cenderawasih? Kalau iya, pasti banyak teman-teman yang takjub akan keindahan bulunya.
Tahukah kamu? Cenderawasih adalah salah satu burung endemik Papua yang dilindungi, lo. Perlindungan ini dilakukan agar burung cenderawasih tidak diburu dan diperjualbelikan.
Pemburuan dan penjualbelian ini bisa membuat keberadaan cenderawasih menjadi langka, atau bahkan punah.
Kalau cenderawasih punah, tentunya ekosistem di sekitarnya bisa terganggu.
Berangkat dari kekhawatiran inilah, Kak Michael Jakarimilena dan Kak Floranesia Lantang ingin mengajak kita untuk peduli terhadap ekosistem hutan di Papua.
Salah satu caranya melalui dongeng anak seru bernama "Sampari". Ada yang sudah pernah membacanya?
Pada tahun 2022 lalu, Kak Michael dan Kak Flora meluncurkan dongeng anak Sampari seri pertama yang berjudul Sampari: Si Cenderawasih.
Nah, kemarin (11/12/2023) diluncurkan buku dongeng Sampari seri kedua yang berjudul Sampari si Cenderawasih: Masa Panen dan Peri Matoa.
Kenalkan Tanah Papua Lewat Dongeng
Tak hanya karena kekhawatiran akan punahnya burung cenderawasih, dongeng Sampari juga ingin mengenalkan tanah Papua pada anak-anak Indonesia.
Kak Flora menjelaskan kalau Papua memiliki pesona alam yang luar biasa. Tentunya dengan keanekaragaman hayati yang tentunya tak kalah menarik.
Baca Juga: Bukan Hanya Satu, Kenalan dengan 7 Jenis Cenderawasih Khas Indonesia, yuk! (Bag. 1)
Karena itulah di dongeng ini, tokoh utamanya adalah seekor cenderawasih merah bernama Sampari.
Ditambah juga dengan cerita di dalamnya yang memperkenalkan berbagai macam hal tentang tanah Papua.
Diharapkannya anak-anak Indonesia nantinya bisa mengenal lebih banyak tentang budaya, flora, dan fauna Papua.
Dongeng Sampari Si Cenderawasih dari Tanah Papua
Dongeng Sampari berkisah tentang petualangan Sampari si burung cenderawasih. Cerita-cerita yang diangkat mengenai hal-hal yang berkaitan dengan tanah Papua.
Di seri pertama diceritakan tentang Sampari yang melihat sebagian hutan matoa yang rusak karena penebangan liar.
Akhirnya Sampari dan teman-temannya pergi ke hutan matoa untuk menanam benih pohon di sana.
Nah, di seri kedua ini menceritakan tentang kelanjutan misi Sampari dan teman-temannya untuk menabur benih pohon.
Namun, di dongeng ini kita juga akan dikenalkan dengan berbagai satwa endemik Papua. Mulai dari Dingiso (kanguru pohon) dan jenis anjing bernyanyi Papua.
Selain itu kita dikenalkan juga dengan budaya-budaya yang ada di Papua. Salah satunya adalah tradisi Bakar Batu
Di seri kedua kali ini juga Sampari dan teman-temannya akan lanjut berpetualang dengan peri matoa yang bernama Momotoa.
Nah, jika teman-teman ingin mengenal lebih banyak tentang Sampari, bisa kunjungi Instagram @sampari.id, ya!
Baca Juga: Ada Puluhan Jenis Burung Cenderawasih, Beberapa di Antaranya Burung Endemik Indonesia, lo! (Bag. 2)
----
Ingin tahu lebih banyak tentang pengetahuan seru lainnya, dongeng fantasi, cerita bergambar, cerita misteri, dan cerita lainnya? Teman-teman bisa berlangganan Majalah Bobo.
Untuk berlangganan, teman-teman bisa mengunjungi Gridstore.id.
Ikuti juga keseruan rangkaian acara ulang tahun Majalah Bobo yang ke-50 di majalah, website, dan media sosial Majalah Bobo, ya! #50TahunMajalahBobo2023