✕

Dongeng Anak: Payung Ajaib

Sarah Nafisah
Senin, 03 Februari 2025 | 19:00 WIB

Dongeng Anak: Payung Ajaib

Bobo.id - Halo, teman-teman! Kita simak dongeng anak Majalah Bobo berikut ini, yuk!

Payung Ajaib

Iklan tidak tersedia saat ini.

Cerita oleh Anita Ariyanti

Di akhir pekan itu Juli bangun pagi-pagi sekali. la hendak pergi membeli koran. Toko yang menjual koran itu tak jauh dari rumahnya. Juli hanya perlu menuruni bukit dan toko itu terdapat di sudut jalan.

Juli hampir sampai di toko itu tatkala hujan mulai turun. Sambil menunggu dilayani, Juli melihat ke luar melalui jendela toko. Di luar, hujan turun dengan lebatnya. Tiba- tiba terjadilah keanehan. Hujan berhenti beberapa saat, kemudian turun lagi dengan derasnya.

Juli bertanya-tanya dalam hati mengapa perilaku hujan aneh seperti itu. Curah hujan bagaikan pancuran air di rumahnya yang bisa dihidupkan atau dimatikan.

Sewaktu Juli bersiap pulang, hujan turun lagi dengan lebatnya. Juli memakai jas hujannya. Tanpa jas hujan, ia pasti akan basah kuyup. Ketika Juli membuka pintu, seorang anak laki-laki yang tak dikenalnya dan bekerja di toko itu, berkata kepadanya, "Pakailah payung ini! Kau boleh mengembalikannya kapan saja. Coba selidiki pula mengapa hujan turun lain daripada biasanya!"

Juli menerima payung besar berwarna biru. Sewaktu payung itu terkembang, Juli memang terlindung dari siraman air hujan. Tetapi, ia jadi tak bisa melihat ke sekelilingnya karena payung itu amat lebar.

Juli mendaki bukit sambil merenung. Pesan anak laki-laki tadi terasa aneh. Lebih aneh lagi ketika angin menerpa payungnya... tubuhnya mendadak terangkat ke udara.

Ya, payung itu menerbangkan Juli. Anak perempuan itu berusaha keras mempercayai keadaan tersebut. la melihat ke bawah. Orang-orang, mobil-mobil, juga rumah-rumah, apa pun yang ada di bumi tampak kecil-kecil. Juli tak tahu harus berbuat apa. la ngeri kalau harus melepaskan diri dari payung. Sebab, ia kini berada amat tinggi di angkasa.

Angin yang bertiup kencang kemudian melembut. Juli pun mulai menyukai petualangannya. Burung-Burung terbang di sekelilingnya.Mereka mungkin bertanya-tanya makhluk apakah dirinya. Beberapa di antaranya bahkan bertengger di payungnya. Mereka beristirahat sambil berceloteh riang.

Baca Juga: Dongeng Anak: Kisah Dua Anak Raja