✕

Dongeng Anak: Lukisan Pak Willem

Sarah Nafisah
Selasa, 18 Februari 2025 | 20:00 WIB

Dongeng Anak: Lukisan Pak Willem

“Betul-betul gila! Sebuah museum di Jerman membeli lukisan seharga puluhan ribu pound. Yang lebih mengejutkan, lukisan itu dibuat oleh Willem Oswald, seorang pasien rumah sakit jiwa!” seru tamu itu sambil membaca berita di koran.

“Ya!” sahut temannya. “Lukisan-lukisan Willem kini diburu di mana-mana. Banyak yang mau membelinya dengan harga selangit!”

Tony terhenyak. Dia mencuri pandang pada halaman koran yang terbuka. Tampak wajah yang dikenalnya. Astaga, foto Pak Willem!

Hari itu Tony bergegas pulang ke apartemennya. Lukisan bunga Pak Willem masih tergantung di ruang tamunya. Tony membawa lukisan itu ke museum. Setelah diperiksa, ternyata itu betul-betul lukisan asli Willem Oswald. Museum menghadiahinya beberapa ribu pound. Dengan uang itu Tony bisa membeli rumah dan membuka usaha. Ketika Toby mendengarnya, dia mencibir.

“Bodoh kau! Kalau kau tawarkan lukisan itu pada kolektor seni, tentu kau akan mendapat uang berpuluh kali lipat banyaknya dari itu!”

“Museum bisa merawat lukisan itu dengan baik. Uang tidak menjadi masalah. Yang penting kenang-kenangan dari Pak Willem tetap terpelihara.”

Di perjalanan pulang, Toby mengejek kebodohan Tony. Saat itu ia melihat orang gila yang sedang mencoret-coret di selembar kanvas. “Ah, gambar abstrak yang indah!” gumam Toby yang sama sekali tak mengerti tentang lukisan. Kepalanya penuh dengan angan-angan uang puluhan ribu pound! Siapa tahu orang itu akan terkenal, dan aku dapat uang banyak! Pikir Toby. Dibelinya lukisan itu seharga lima pound. Si orang gila girang bukan kepalang.

Toby menawarkan lukisan itu pada kolektor seni. Tentu saja tak ada yang bersedia membelinya. Toby putus asa. Namun bayangan kekayaan yang melimpah membuatnya pantang menyerah. Dia terus menjajakan lukisan itu hingga banyak orang yang menganggapnya gila.

Baca Juga: Dongeng Anak: Sahabat Sahabat Baru Tovo

---

Tonton video ini, yuk!

----