Profil Klub FC Barcelona, Klub Sepak Bola Sebagai Simbol Kebanggaan
Selain sebagai klub sepak bola, Barcelona mempunyai arti penting kedaerahan.
Bobo.id - "Mes que un club", atau bahasa Indonesianya, lebih dari sebuah klub. Istilah ini sudah melekat dengan slogan FC Barcelona dan sering ditampilkan dalam spanduk besar atau dalam bentuk koreo dan tifo saat Barcelona bermain di kandang.
Istilah ini merujuk kepada FC Barcelona yang bertindak sebagai jembatan identitas Catalan di Spanyol. Ucapan ini menjadikan Barcelona menjadi simbol kebanggan Catalan, dan simbol kebanggan identitas daerah sendiri pada masa dulu.
Jika belum ada yang tahu, Kota Barcelona termasuk dalam daerah Catalonia. Daerah ini memiliki budaya-budaya sendiri, dan juga bahasa sendiri yaitu bahasa Catalan yang berbeda dibanding dengan Bahasa Spanyol. Oleh karena itu, budaya Catalan merupakan budaya tersendiri yang tidak bisa dihapuskan begitu saja.
Iklan tidak tersedia saat ini.
Oleh karena itu, FC Barcelona sering dijadikan sebagai simbol kebanggan warga Catalan dalam menunjukkan identitas mereka. Konflik terbesar adalah tentu saat Catalan beberapa kali meminta kemerdekaan dari Spanyol.
Hal ini bermula sejak era pemerintahan Fransisco Franco pada tahun 1939-1975. Pada era ini, Spanyol dipimpin untuk membuat Spanyol hanya 1 identitas saja, yaitu sebagai Spanyol saja. Jadi, identitas daerah sebisa mungkin dihapuskan, agar semuanya bersatu sebagai warga negara Spanyol.
Dengan begini, warga Catalan pun mulai merasakan dampaknya. Penampilan budaya khas Catalan, perlahan mulai dilarang, dan penggunaan bahasa Catalan di sekolah, kehidupan publik, instansi pemerintahan pun dilarang. Semua pertemuan pejabat, pembelajaran sekolah harus menggunakan Bahasa Spanyol.
Warga Catalan pun mencari sumber lain yang bisa dijadikan sebagai bentuk protes mereka terhadap pemerintahan Spanyol saat itu. Mereka pun menemukan sumber mereka, yaitu sepak bola, melalui FC Barcelona.
FC Barcelona digunakan oleh penduduk Catalan, terutama yang tinggal di kota Barcelona sebagai bentuk protes. Awal-awal, Barcelona memang tidak sebesar Barcelona yang sekarang, sebab pada saat itu, dukungan finansial dan infrastruktur lebih besar terhadap Real Madrid.
Salah satu alasan mengapa El Clasico menjadi sangat panas, adalah adanya ketegangan politik dan sosial dalam konflik mereka. Real Madrid yang saat itu dianggap sebagai simbol kerajaan Spanyol yang bersinar, dan Barcelona yang menjadi simbol protes Catalan.
Era Fransisco Franco pun selesai pada akhri 1970-an dan awal 1980-an. Spanyol pun perlahan-lahan mulai beralih ke demokrasi dan mulai memberikan otonomi khusus kepada Catalan.
Walaupun begitu, penggemar Barcelona tetap akan menggunakan FC Barcelona sebagai simbol pergerakan budaya Catalan. Mereka pun sering mengibarkan bendera daerah Catalan setiap kali bermain di Camp Nou ataupun laga kandang mereka.
Baca Juga: Profil Wataru Endo, Sosok Profesional Idola Fans Dan Rekan Tim
Apakah rivalitas mereka dengan Real Madrid sejak era demokrasi ini mereda? Tentu tidak. Bagaikan air dan api, Barcelona dan Real Madrid seakan ditakdirkan untuk tidak pernah menyatu, baik di era Franco, ataupun era modern saat ini.