Di Balik Upacara Kasada yang Hanya Dilakukan Umat Hindu Suku Tengger

By Yomi Hanna, Senin, 18 Juni 2018 | 12:45 WIB
Masyarakat yang sedang menunggu rejeki dari persembahan masyarakat suku Tengger. (Yunaidi Joepoet)

Sesaji

Dalam Upacara Kasada, perlengkapan sesaji yang digunakan memiliki dua unsur penting yaitu kepala bungkah dan kepala gantung.

Sedangkan bagi beberapa orang yang memiliki permohonan khusus disyaratkan untuk membawa ayam atau kambing sebagai persembahan.

Tiga Tempat Penting

Terdapat tiga tempat penting dalam prosesi perayaan Kasada yakni rumah dukun adat, pura Poten Luhur dan kawah Gunung Bromo.

Upacara Kasada ini dilaksanakan mulai dari tengah malam hingga dini hari, untuk melaksanakan perayaan ini, dilakukan persiapan sejak pukul 00.00 yang dimulai dengan bergerak dari depan rumah dukun adat dan sampai di Pura Luhur Poten sekitar pukul 04.00.

Sebelum upacara dilaksanakan dukun pandita terlebih dahulu melakukan semeninga, yaitu persiapan untuk upacara yang bertujuan memberitahukan para Dewa bahwa ritual siap dilaksanakan. Ketika sudah sampai di Pura Luhur Poten semeninga kembali dilaksanakan.

Ritual Kasada dilaksanakan dengan menempuh perjalanan dari Pura Luhur Poten menuju kawah Gunung Bromo.

BACA JUGA : Seni Merajah Tubuh dan Gigi Runcing Simbol Kecantikan Suku Mentawai

Makna

Ritual Kasada dimaknai berbeda-beda oleh setiap kalangan.

Pemaknaan ritual Kasada juga tergantung dari sudut pandang pemaknaannya.

Ritual Kasada dimaknai sebagai peneguhan kosmologi komunitas Tengger, bahwa Gunung Bromo merupakan pusat dunia.

Hal ini terungkap pada zaman dahulu pembangunan rumah maupun sanggar menghadap ke arah Gunung Bromo.

Ritual Kasada juga dimaknai sebagai identitas komunitas Tengger sebagai anak keturunan Majapahit.

Pada masa sekarang yang mengikuti upacara Kasada tidak hanya suku Tengger yang beragama Hindu saja, tapi juga warga Tengger yang beragama Islam maupun Kristen yang sudah keluar daerah datang dan berkumpul kembali.

Lihat video ini juga, yuk!

 (Teks : Putri Puspita)