Perayaan Halloween Identik dengan Buah Labu, Kenapa Begitu, Ya?

By Avisena Ashari, Jumat, 12 Oktober 2018 | 12:00 WIB
Ilustrasi lentera dari labu saat Halloween (MaxPixel's contributors)

Awalnya, dalam festival Samhain, ada ritual di mana para penduduk menyalakan api unggun yang besar dan membakar persembahan untuk dewa.

Saat orang-orang Irlandia bermigrasi ke Amerika di pertengahan abad 19, mulai banyak perpaduan budaya terjadi di sana.

Budaya membuat api unggun untuk persembahan pun digantikan oleh lentera yang kita kenal sebagai Jack-o-lantern.

Jack-o-lantern adalah labu yang diukir berbentuk wajah, yang ditaruh di halaman rumah orang-orang di Amerika saat merayakan Halloween.

Baca Juga : Mengenal Pucuk Labu, Rasanya Tidak Pahit dan Baik untuk Kesehatan  

Asal mula Jack-o-lantern

Awalnya, lentera labu bernama Jack ini berasal dari tokoh cerita rakyat Irlandia "Stingy Jack".

Dulu, Stingy Jack diukir di atas sayuran atau umbi-umbian seberti lobak, bit, atau kentang.

Dalam cerita rakyat itu, Stingy Jack diceritakan menipu Iblis berkali-kali.

Karena kelakuannya, Jack tidak diterima di surga dan neraka, sehingga dia ditempatkan di sebuah tempat gelap di Bumi yang hanya diterangi sebuah batu bara menyala.

Jack mengukir lobak dan memasukkan batu bara terang itu ke dalamnya dan membentuk sebuah lentera.

Baca Juga : Bermula dari Bekal Tentara Saat Perang, Begini Sejarah Makanan Kaleng