Putri Ayako di Jepang Harus Melepas Gelar Bangsawannya, Ada Apa, ya?

By Avisena Ashari, Jumat, 9 November 2018 | 13:34 WIB
Putri Ayako dan Kei Moriya (Kyodo News / Associated Press)

Untuk laki-laki, keturunan kaisar memang tidak perlu melepaskan gelar kebangsawanannya.

Namun peraturan yang berlaku untuk perempuan dalam keluarga bangsawan memang berbeda, teman-teman.

Jika menikah dengan laki-laki yang bukan bangsawan, ia harus meninggalkan gelar, kekayaan dan tempat tinggal yang didapatkan dari kekaisaran.

Tapi tentunya Putri Ayako tetap senang, lo! Ia juga tetap akan membantu keluarga kekaisaran Jepang.

Baca Juga : Keluarga Kerajaan Inggris Selalu Menyimpan Kue Selama Bertahun-tahun

Di hari pernikahannya, Putri Ayako mengenakan pakaian tradisional Jepang yaitu kimono warna kuning dan hakama warna ungu, saat tiba di kuil Meiji.

Kemudian, ia berganti pakaian resmi kouchiki atau jubah warna merah dan naga-bakama warna cokelat teman-teman.

Dua jenis pakaian ini sudah dipakai oleh kaum bangsawan Jepang sejak zaman Heian di tahun 794 - 1185, lo.

Wah, Putri Ayako sangat menghormati tradisi di Jepang, ya!

Baca Juga : Ehomaki, Tradisi Memakan Sushi Roll Jepang untuk Keberuntungan

Yuk, lihat video ini juga!