Kids Health menjelaskan bahwa sebagian pasien limfoma hodgkin tidak mengalami gejala apapun. Namun ada juga yang memiliki salah satu atau beberapa gejala berikut ini:
- Pembengkakan kelenjar getah bening yang tidak terasa sakit di area leher, ketiak, atau pangkal paha.
- Batuk dan napas pendek tanpa sebab.
- Demam tanpa sebab.
- Kelelahan terus-menerus.
- Selera makan yang menurun.
- Ruam.
- Berkeringat saat malam hari.
- Berat badan yang turun tanpa sebab.
- Gatal yang parah.
Baca Juga: Limfoma dan Leukemia, 2 Jenis Kanker yang Menyerang Darah, Ini Gejala dan Perbedaan Keduanya
Siapa yang Lebih Berisiko Mengalami Limfoma Hodgkin?
Kondisi limfoma hodgkin bisa dialami siapa saja, namun beberapa orang memiliki risiko lebih tinggi mengalami limfoma hodgkin, antara lain:
- Orang yang memiliki orang tua atau saudara kandung yang mengalami limfoma hodgkin.
- Orang yang memiliki masalah imun tertentu.
- Orang yang terinfeksi virus human immunodefficiency (HIV).
- Orang yang terinfeksi virus Epstein-Barr (EBV).
National Cancer Insititute Amerika menjelaskan bahwa orang yang memiliki kondisi di atas pasti akan mengalami kanker limfoma hodgkin. Sebaliknya, orang yang tidak memiliki kondisi di atas juga belum tentu tidak akan mengalami limfoma hodgkin.
Edisi Koleksi Petualangan Pak Janggut Vol. 2 Sudah Bisa Dipesan, Ini Link PO-nya
Source | : | Kids Health,CDC,National Cancer Institute |
Penulis | : | Avisena Ashari |
Editor | : | Avisena Ashari |
KOMENTAR