Bobo.id - Dalam penyusunan sebuah teks bacaan, teman-teman bisa menemukan beberapa kalimat yang tersusun rapi.
Setiap kalimat itu bukan hanya disusun oleh kata kerja atau kata benda, tapi juga konjungsi.
Pada materi bahasa Indonesia kali ini, kita akan belajar tentang konjungsi khususnya konjungsi antarparagraf.
Konjungsi adalah sebutan untuk kata hubung yang menghubungkan antar kata dengan katam, frasa dengan frasa, hingga klausa dengan klausa.
Namun tidak jarang juga, konjungsi kita perlu gunakan untuk membuat antara beberapa paragraf jadi padu.
Nah, konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan beberapa paragraf itu sebut konjungsi antarparagraf.
Berikut akan dijelaskan pengertian, jenis, hingga contoh dari konjungsi ini agar teman-teman bisa mengenalinya.
Menurut Mujiati La Saadi, konjungsi antarparagraf merupakan kata yang menghubungkan paragraf satu dengan yang lain.
Nah, biasanya kata hubung akan terletak di bagian awal paragraf atau pembuka sebuah paragraf.
Bukan hanya menghubungkan antarparagraf, jenis kata hubung ini juga berguna sebagai penanda awal paragraf baru, lo.
Konjungsi antarparagraf ini terdiri dari enam jenis yang akan dijelaskan berikut ini.
Baca Juga: Struktur Penulisan Narrative Text dan Penjelasannya, Materi Bahasa Inggris
Ada kata hubung yang digunakan untuk menyatakan tambahan suatu hal yang telah disebutkan sebelumnya.
Contoh dari jenis konjungsi ini adalah begitu pula, di samping itu, demikian juga, dan akhirnya.
Ada jenis konjungsi antarparagraf yang digunakan untuk menyatakan sebuah pertentangan.
Misalnya, pada bagian awal paragraf akan diberikan konjungsi seperti, bagaimanapun juga, sebaliknya, atau namun untuk menyatakan pertentangan dengan paragraf sebelumnya.
Teman-teman juga bisa menemukan konjungsi antarparagraf yang digunakan untuk menyatakan perbandingan.
Konjungsi yang biasa digunakan untuk menyatakan perbandingan, yaitu sebagaimana dan sama halnya.
Ada juga jenis konjungsi yang digunakan untuk menyatakan akibat atau hasil dari suatu hal.
Jenis konjungsi ini, seperti oleh karena itu, jadi, dan akibatnya.
Teman-teman juga bisa menemukan konjungsi antarparagraf yang digunakan untuk menyatakan tujuan.
Jenis konjungsi yang biasa digunakan untuk tujuan ini adalah untuk maksud itu, untuk mencapai hal itu, dan untuk itulah.
Konjungsi terakhir adalah konjungsi antarparagraf yang digunakan untuk menyatakan waktu terjadinya sebuah peristiwa.
Baca Juga: Karakteristik dan Struktur Teks Hikayat, Materi Bahasa Indonesia
Kata hubungan dengan tujuan ini adalah sementara itu dan kemudian.
Nah, setelah paham pengertian dan berbagai jenis konjungsi antarparagraf, mari simak beberapa contoh berikut.
- Jika kamu punya perasaan takut dan lelah. Itu adalah hal wajar terjadi pada semua orang. Mungkin kamu hanya sedang mendapatkan perasaan itu lebih daripada orang lain.
Adapun cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan istirahat dari keramaian sekitar atau berlibur di tempat baru.
- Ada banyak norma yang diberlakukan di suatu wilayah tertentu. Setiap norma itu bukan hanya diterapkan di wilayah tersebut, tapi beberapa juga punya nilai yang baik untuk diterapkan di keseharian.
Mengenai hal itu, kita perlu untuk menjadi lebih terbuka terhadap berbagai norma dan memahaminya dengan lebih baik lagi.
Nah, itu penjelasan hingga contoh kalimat dari konjungsi antarparagraf dengan beragam jenisnya.
(Editor: Heni Widiastuti)
----
Kuis! |
Apa itu konjungsi? |
Petunjuk: cek di halaman 1! |
Lihat juga video ini, yuk!
----
Ingin tahu lebih banyak tentang pengetahuan seru lainnya, dongeng fantasi, cerita bergambar, cerita misteri, dan cerita lainnya? Teman-teman bisa berlangganan Majalah Bobo.
Untuk berlangganan, teman-teman bisa mengunjungi Gridstore.id.
Tomat-Tomat yang Sudah Dibeli Bobo dan Coreng Hilang! Simak Keseruannya di KiGaBo Episode 7
Penulis | : | Amirul Nisa |
Editor | : | Bobo.id |
KOMENTAR