Kenapa Waktu Buka Puasa Berbeda-Beda di Setiap Tempat? Yuk, Cari Tahu!

By Avisena Ashari, Selasa, 21 Mei 2019 | 14:42 WIB
Umat muslim berpuasa sampai matahari terbenam, Tapi waktu buka puasa di setiap tempat tidak sama. Kenapa waktu buka puasa berbeda-beda? (Pexels)

Bobo.id - Tahukah kamu? Waktu puasa di seluruh dunia tidak sama, lo. Kenapa waktu buka puasa berbeda-beda, ya?

Untuk mengetahui kenapa waktu buka puasa berbeda-beda, kita juga harus tahu tentang penentuan bulan Ramadan dan musim yang sedang berlangsung, teman-teman.

Yuk, cari tahu kenapa waktu buka puasa berbeda-beda di setiap tempat?

Penentuan Bulan Ramadan

Setiap tahunnya, bulan Ramadan atau bulan puasa berlangsung di waktu yang berbeda di bulan Masehi, teman-teman.

Ini karena kalender Islam merupakan Kalender Hijriyah. Sama dengan kalender Gregorian, kalender Hijriyah juga memiliki 12 bulan, namun kalender ini adalah kalender lunar.

Sehingga pergantian bulan pada bulan Hijriyah dimulai saat fase bulan baru dimulai.

Karena tahun ini bulan baru terlihat dimulai pada tanggal 6 Mei 2019 di Indonesia, maka hari pertama bulan Ramadan dimulai pada hari tersebut.

Namun, mungkin setiap wilayah memulai Ramadan di hari yang berbeda karena menggunakan cara yang berbeda untuk menentukan pergantian bulan, teman-teman.

Baca Juga: Asyik! 4 Planet Ini Bisa Kita Amati di Langit Malam pada Ramadan 2019

Cara untuk menentukannya pun ada yang menggunakan ilmu astronomi, sampai perhitungan matematis.

Meskipun ada perbedaan, biasanya perbedaan dimulainya hari pertama bulan Ramadan tidak begitu jauh, misalnya satu hari.

Nah, bagaimana dengan waktu buka puasa yang berbeda-beda, ya?

Kenapa Waktu Buka Puasa Berbeda-Beda?

Bukan hanya di negara yang berbeda, waktu berbuka puasa juga bisa berbeda meskipun ada di satu negara atau bahkan satu kota, lo.

Ini karena puasa Ramadan bagi umat Muslim dimulai dari waktu matahari terbit sampai waktu matahari terbenam, teman-teman.

Baca Juga: Di Negara yang Mataharinya Tidak Terbenam, Bagaimana Aturan Puasanya?

Di Indonesia, tahun ini rata-rata kita berpuasa selama 13 jam setiap harinya. Ini karena Indonesia terletak di wilayah ekuator, teman-teman.

Namun ada juga umat Muslim di wilayah tertentu yang waktu puasanya lebih lama di awal bulan Ramadan dan semakin sebentar di akhir bulan Ramadan.

Sebaliknya, ada juga penduduk di wilayah tertentu yang waktu puasanya lebih sebentar d awal bulan Ramadan dan semakin lama di akhir bulan Ramadan.

Tahun ini, umat muslim di negara-negara lingkar kutub utara misalnya rata-rata berpuasa sampai lebih dari 20 jam.

Sementara umat muslim yang tinggal di belahan Bumi bagian selatan berpuasa selama sekitar 9 - 11 jam saja.

Ini disebabkan oleh rotasi Bumi mengelilingi matahari, teman-teman. Rotasi Bumi ini tida lurus, melainkan miring sekitar 23,5 derajat.

Nah, ini membuat kondisi di mana pada bulan Maret sampai September bagian kutub utara Bumi miring ke arah matahari.

Sebaliknya, belahan Bumi bagian selatan akan mendapatkan lebih banyak cahaya matahari pada bulan Oktober sampai Februari.

Yap, poros Bumi juga memengaruhi musim, teman-teman.

Sehingga, pada tahun ini teman-teman kita yang tinggal di negara yang sedang memasuki musim panas berpuasa lebih lama dibandingkan yang tinggal di negara yang memasuki musim dingin.

Di negara yang terletak di belahan Bumi bagian utara, waktu puasa akan semakin lama karena semakin mendekati musim panas.

Sementara di belahan Bumi bagian selatan, waktu puasa akan semakin sebentar karena semakin mendekati musim dingin.

Itulah kenapa waktu buka puasa berbeda-beda di setiap tempat.

Ingin tahu wilayah mana yang menunggu waktu buka puasa terlama dan paling cepat? Lihat pada artikel terkait di bawah, ya!

Baca Juga: Buka Puasa yang Salah: Langsung Makan Berat dan Berlebihan, Apa Dampaknya?

#GridNetworkJuara

Yuk, lihat video ini juga!