Awalnya Masker Hanya untuk Orang Sakit, Mengapa Sekarang Setiap Orang Diwajibkan Pakai Masker saat Keluar Rumah?

By Iveta Rahmalia, Senin, 6 April 2020 | 16:54 WIB
Ilustrasi anak-anak mengenakan masker (Sasiistock/iStockphoto)

Droplet orang yang terinfeksi virus bukan tidak mungkin tertinggal pada benda mati, dan secara tidak sengaja tersentuh oleh orang sehat.

Jika tak mencuci tangan, droplet itu sangat mudah berpindah ke tangan, mulut, atau mata.

Tangkal Virus 70 Persen

Meski penggunaannya dianjurkan, masker berbahan kain ternyata hanya mampu menangkal virus hingga 70 persen.

Karena itu, masyarakat yang telah menggunakan masker kain tetap diminta untuk menjaga jarak dengan orang lain, minimal 1 hingga 2 meter.

Selain itu, masyarakat juga diimbau tak keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak.

Kita dapat membuat masker berbahan dasar kain secara mandiri. Pembuatannya bisa dilakukan secara manual maupun menggunakan mesin jahit.

Disarankan supaya masker dibuat dengan tiga lapisan supaya bekerja lebih baik dalam menangkal virus.

Dalam membuat masker ini, yang paling penting adalah memastikan masker menutupi hidung dan dagu sehingga tidak longgar.

Selain itu, jangan lupa untuk rutin mencuci masker. Masker harus diganti setiap kali basah atau kotor.

Baca Juga: Seniman Jepang Buat Miniatur Hewan dari Foto Hewan yang Viral, Ada Kucing Bermasker!

(Penulis : Fitria Chusna Farisa, Iveta Rahmalia)

-----

 

Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa dan komik yang kocak, langsung saja berlangganan Majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids, dan Album Donal Bebek. Tinggal klik di https://www.gridstore.id

Lihat juga video ini, yuk!