Rapid Test dan Tes Swab Berguna untuk Mendeteksi Infeksi Corona, Mana yang Hasilnya Lebih Akurat?

By Sarah Nafisah, Jumat, 5 Juni 2020 | 17:30 WIB
Tes swab (pixabay/Vesna Harni)

2. Cara Kerja

Rapid test memeriksa virus menggunakan IgG dan IgM yang ada di dalam darah. IgG dan IgM adalah sejenis antibodi yang terbentuk di tubuh saat mengalami infeksi virus.

Kalau terinfeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM di tubuh akan bertambah.

Hasil rapid test dengan sampel darah itu, bisa memperlihatkan adanya IgG atau IgM yang terbentuk di tubuh. Kalau ada, maka hasil rapid test dinyatakan positif ada infeksi.

Namun, hasil tersebut bukanlah diagnosis yang menggambarkan infeksi Covid-19.

Maka itu, orang dengan hasil rapid test-nya positif, perlu menjalani pemeriksaan lanjutan, yaitu pemeriksaan swab tenggorokan atau hidung.

Pemeriksaan ini dinilai lebih akurat sebagai patokan diagnosis. Sebab, virus corona akan menempel di hidung atau tenggorokan bagian dalam, saat ia masuk ke tubuh.

Sampel lendir yang diambil dengan metode swab nantinya akan diperiksa menggunakan metode PCR (Polymerase Chain Reaction).

Hasil akhir dari pemeriksaan ini, nantinya akan benar-benar memperlihatkan apabila ada virus SARS-COV2 (penyebab Covid-19) di tubuh seseorang.

Baca Juga: Wow, Bentuk Burung Asal India Ini Unik, lo! Yuk, Kita Cari Tahu!

3. Lama Waktu Tes

Rapid test cuma membutuhkan waktu 10-15 menit sampai hasil keluar.

Sementara itu, pemeriksaan menggunakan metode PCR membutuhkan waktu beberapa jam sampai beberapa hari untuk menunjukkan hasil.

Hasil pemeriksaan rapid test maupun PCR juga bisa keluar lebih lama dari itu, kalau kapasitas laboratorium yang digunakan untuk memeriksa sampel sudah penuh.