BERITA POPULER: Penyebab Bau Kentut Tidak Sedap Hingga Tips Membuat Tahu Kriuk

Sarah Nafisah Selasa, 15 September 2020 | 11:50 WIB
Ilustrasi Kentut (Peter Sucheski via sciencefocus.com)

Bobo.id - Teman-teman, cari tahu berita apa saja yang populer di situs Bobo.id pada Senin, 14 September 2020 yuk!

Ada berita tentang penyebab bau kentut tidak sedap hingga tips membuat gorengan tahu kriuk ala tukang gorengan.

Baca Juga: BERITA POPULER: Manfaat Soda Kue untuk Berbagai Keperluan Rumah Hingga Penyebab Kita Mudah Lelah saat Olahraga

1. Kentut yang Bau Tidak Sedap Bisa Jadi Tanda Penyakit, Ini Penyebab Kentut Bau

Buang angin atau kentut merupakan hal yang wajar. Namun, ada kentut yang berbau tidak sedap, ada yang tidak.

Kalau kita sering kentut yang mengeluarkan bau tidak sedap, harus hati-hati, nih. Sebab, kentut yang bau tidak sedap ini, bisa jadi tanda penyakit!

Yuk, cari tahu di sini apa saja penyebab kentut bau tidak sedap!

2. 2 Cara Membuat Gorengan Tahu Kriuk yang Renyah tapi Tetap Lembut, Mudah Ditiru di Rumah

Siapa di antara teman-teman yang suka makan tahu?

Tahu merupakan salah satu sumber protein nabati yang bermanfaat untuk tubuh.

Tahu mudah didapatkan di pasar dan bisa diolah jadi berbagai makanan, misalnya tahu kriuk.

Gorengan tahu kriuk terasa enak karena biasanya tahu kriuk yang dijual pedagang memiliki tekstur renyah di bagian kulit tahu dan tetap lembut di bagian dalamnya.

Kita juga bisa membuat tahu kriuk yang renyah di luar dan lembut di dalam, lo!

Ada dua tips yang bisa teman-teman coba di rumah, nih. Simak selengkapnya di artikel ini, yuk!

Baca Juga: Rangkuman dan Soal Materi Suku dan Budaya Indonesia, Belajar dari Rumah SD Kelas 4-6

3. Agar Tidak Mudah Terengah-engah saat Berolahraga, Lakukan Teknik Pernapasan yang Tepat, Ikuti Caranya

Bernapas merupakan kegiatan yang kita lakukan secara tidak sadar dan berlangsung setiap waktu.

Kegiatan ini sangat penting bagi tubuh, karena dengan bernapas, maka tubuh mendapatkan asupan oksigen, yang membantu kinerja berbagai organ dalam tubuh.

Prosesnya dimulai dengan organ pernapasan yang dimulai dari hidung menghirup oksigen yang akan dialirkan ke paru-paru, darah, dan seluruh tubuh, lalu dibuang dengan cara mengembuskan karbon dioksida.

Namun ada beberapa aktivitas yang membuat kita jadi kesulitan bernapas atau menjadi terengah-engah ketika bernapas, nih, salah satunya adalah saat berolahraga.

Sama seperti kegiatan kita sehari-hari, bernapas ketika berolahraga juga merupakan hal yang penting untuk dilakukan.

Dengan bernapas secara benar, maka akan membuat tubuh menjadi tenang, tidak mengalami sesak napas, dan bisa berolahraga untuk waktu yang lebih lama.

Cara selengkapnya bisa kamu baca di sini, ya.

4. Anjing Peliharaanmu Selalu Menggaruk Tempat Tidurnya Sebelum Tidur? Ternyata Ada Hubungannya dengan Naluri Alami Anjing

Perilaku setiap jenis hewan pasti berbeda, seperti perilaku yang ditunjukkan oleh kucing tentu berbeda dengan anjing.

Misalnya saja kucing yang suka menggaruk sofa maupun kasur yang ada di rumah, bertujuan sebagai cara mereka melepas stres.

Bukan hanya kucing, anjing juga memiliki perilaku suka menggaruk barang-barang yang ada di rumah, salah satunya tempat tidur mereka.

Sebenarnya bukan hanya menggaruk tempat tidurnya, anjing akan menggaruk setiap tempat yang akan dijadikan areanya tidur.

Apakah anjing peliharaan teman-teman di rumah juga sering menggaruk tempat tidurnya?

Atau mungkin ada anjing yang akan menggaruk dan menggali tanah di sekitarnya kemudian menjadikan tempat galian tadi sebagai tempat tidurnya?

Yuk, ketahui alasan mengapa anjing akan menggaruk tempat tidurnya sebelum ia tidur melalui artikel ini!

Baca Juga: Sejarah Terbentuknya Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan yang Berjasa pada Dunia Maritim di Indonesia

-----

Teman-teman, kalau ingin tahu lebih banyak tentang sains, dongeng fantasi, cerita misteri, dunia satwa, dan komik yang kocak, langsung saja berlangganan majalah Bobo, Mombi SD, NG Kids dan Album Donal Bebek. Caranya melalui: www.gridstore.id

Atau teman-teman bisa baca versi elektronik (e-Magz) yang dapat diakses secara online di ebooks.gramedia.com

Penulis : Sarah Nafisah
Editor : Iveta Rahmalia