Sudah Jarang Melihat Kunang-Kunang di Kota? Ternyata Polusi Cahaya Menjadi Salah Satu Sebabnya

By Tyas Wening, Sabtu, 5 Desember 2020 | 14:00 WIB
Kunang-kunang muncul di malam hari (Mike Lewinski)

Cahaya Buatan Manusia Berpengaruh pada Proses Reproduksi Kunang-Kunang

Lampu sangat dibutuhkan sebagai penerangan pada malam hari, tidak hanya di rumah, tapi juga di jalan, untuk penerangan bagi para pengemudi kendaraan.

Sayangnya, lampu yang sangat terang dan banyak dipasang di jalan, terutama di perkotaan bisa mengganggu beberapa proses alami yang terjadi pada kunang-kunang.

Selain lampu jalan, penerangan lain yang bisa menjadi polusi cahaya adalah sinar lampu yang terang dari lampu pada papan iklan maupun pencahayaan yang bisa menyebar, atau disebut juga skyglow.

Bahkan cahaya dari skyglow ini lebih terang dari cahaya bulan purnama, lo.

Baca Juga: Ular Kobra Dijuluki Ular Sendok, Mengapa Kepala Ular Kobra Lebih Lebar dari Badannya?

Akibat adanya berbagai cahaya lampu yang menyebabkan polusi cahaya, maka hal ini bisa menjadi gangguan bagi siklus alami pada kunang-kunang.

Polusi cahaya bisa mengganggu proses reproduksi kunang-kunang.

Nah, karena proses reproduksi kunang-kunang terganggu, mereka tidak bisa menghasilkan larva yang akan tumbuh menjadi anak-anak kunang-kunang.