Bentuk-Bentuk Partisipasi Indonesia dalam Politik Luar Negeri Bebas dan Aktif

By Sarah Nafisah, Kamis, 15 April 2021 | 09:45 WIB
Bentuk-Bentuk Perwujudan Politik Luar Negeri Indonesia Bebas dan Aktif (Freepik/Ibrandify)

Bobo.id - Apakah kamu tahu kalau Indonesia menganut prinsip politik luar negeri bebas dan aktif?

Yap, sejak 2 September 1948, Pemerintah Indonesia mengambil haluan bebas aktif untuk politik luar negerinya.

Politik yang bebas diartikan bahwa bangsa Indonesia bebas menentukan dan berhubungan dengan negara mana pun.

Kita tidak membatasi hubungan dengan bangsa-bangsa Eropa saja atau dengan bangsa Timur saja, tapi berhubungan dengan semua bangsa di dunia.

Aktif artinya bahwa bangsa Indonesia turut aktif dalam menciptakan perdamaian dunia.

Lalu apa saja bentuk partisipasi atau perwujudan Indonesia dalam politik luar negeri bebas dan aktif?

Yuk, simak di sini!

Baca Juga: Bentuk Kerja Sama ASEAN: Politik dan Keamanan, Ekonomi, Serta Sosial dan Budaya

1. Menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung

Sebagai bangsa yang pernah merasakan betapa pahitnya hidup dalam penjajahan, bangsa Indonesia memprakarsai diselenggarakannya Konferensi Asia Afrika bersama dengan negara India, Pakistan, Birma, dan Sri Lanka.

Persiapan untuk menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika dilakukan di Colombo (Sri Lanka) pada tanggal 28 April - 2 Mei 1954 dan di Bogor (Indonesia) pada tanggal 29 Desember 1954.

Dalam persiapan itu disepakati bahwa Konferensi Asia Afrika (KAA) akan dilaksanakan di Bandung (Indonesia) pada tanggal 18 - 24 April 1955.

Setelah disepakati, maka pada tanggal 18 sampai dengan 24 April 1955 di Kota Bandung (Jawa Barat) diselenggarakan Konferensi Asia Afrika, tepatnya di Jalan Asia Afrika.

Konferensi yang diselenggarakan di Bandung itu menghasilkan 10 prinsip yang dikenal dengan nama Dasa Sila Bandung. Konferensi Asia Afrika ini dihadiri oleh 29 negara Asia dan Afrika.