Saat Sakit Seseorang Jadi Lebih Sering Tidur, Ternyata Tidur Bisa Jadi Pereda Rasa Sakit Alami
Penelitian menunjukkan, tidur saat sakit bisa jadi pereda rasa sakit alami.
Penyebabnya adalah karena bagian otak yang berkaitan dengan rasa nyeri, yaitu korteks somatosensori otak menjadi lebih aktif saat kurang tidur, lo.
Selain korteks somatosensori, dalam otak juga ada nucleus accumbens, yaitu bagian otak yang melepaskan hormon bahagia dan pereda nyeri.
Nah, pada saat kurang tidur, aktivitas nucleus accumbens ini diketahui menjadi lebih rendah.
Baca Juga: 5 Khasiat Temulawak, Mulai dari Cegah Kanker hingga Jaga Kesehatan Hati
Ada juga bagian insula otak yang menilai rasa sakit serta menyiapkan reaksi tubuh terhadap rasa sakit.
Nah, lagi-lagi saat tubuh kurang tidur, bagian otak lainnya, yaitu insula menjadi kurang aktif, teman-teman.
Padahal, bagian ini berguna untuk memicu senyawa penghilang rasa sakit alami dalam tubuh, termasuk dopamin.
Akibatnya, kurang tidur tidak hanya menyebabkan tubuh menjadi lebih peka pada rasa sakit, lo.
Kurang tidur ternyata juga menyebabkan otak menghalangi meredakan rasa sakit atau nyeri yang dirasakan.
Mengapa Tidur Bisa Jadi Pereda Rasa Sakit Alami?
Karena kurang tidur bisa menyebabkan tubuh menjadi lebih peka terhadap nyeri, ini artinya saat tubuh mendapat tidur yang cukup, maka rasa nyeri yang dirasakan bisa berkurang.
Kesimpulan ini didapatkan dari penelitian lain yang meneliti 230 orang dewasa berhubungan dengan jam tidurnya.
Selain meneliti jam tidur 230 peserta tadi, peneliti juga menghubungkannya dengan kepekaan terhadap rasa sakit yang dialami.