Bobo.id - Teman-teman, apakah kamu tahu apa perbedaan nada minor dan nada mayor?
Secara teori, nada mayor adalah tangga nada dengan interval (jarak nada) 1 1 1⁄2 1 1 1 1⁄2. Jika ditunjukkan dalam akor, maka mayor merujuk C-D-E-F-G-A-B-C.
Sementara nada minor, adalah tangga nada yang tersusun dengan jarak nada atau interval 1-½-1-1-½-1-1.
Dalam penggunaannya, nada-nada mayor biasanya digunakan dalam pembuatan lagu bertema ceria, bahagia, semangat.
Sedangkan nada minor lebih sering dikaitkan dengan nada-nada menyayat hati, menyedihkan, dan digunakan dalam lagu bertema sedih.
Setelah mengetahui hal ini, kita jadi bertanya-tanya, mengapa nada minor sering digunakan dalam lagu bertema sedih?
Ternyata ada alasan ilmiah dari pernyataan tersebut. Yuk, cari tahu!
Berhubungan dengan Emosi Otak
Kita telah terbiasa mendengarkan lagu dengan lirik untuk bisa menentukan pesan yang ingin disampaikan pencipta lagu.
Baca Juga: Lagu 'Hari Merdeka' Termasuk Lagu Bertangga Nada Diatonis Mayor, Ini Penjelasannya
Namun, saat kita mendengarkan alunan musik klasik atau instrumen musik tanpa lirik, kita hanya bisa menebak-nebak lagu tersebut sedang menyampaikan apa.
Nada mayor, seperti yang dijelaskan di atas, lebih sering dibawakan dengan semangat dan tempo yang tergolong cepat, sehingga memberikan respons ceria untuk kita yang mendengar.
Sedangkan nada minor, yang dibunyikan dengan instrumen musik mendayu-dayu dan tempo yang lambat, dapat membuat kita merasakan suasana sedih.
Para peneliti mencari tahu apa yang terjadi pada otak kita saat mendengar dua nada yang berbeda ini.
Dilansir dari Science Focus, akor mayor dan akor minor memengaruhi aktivitas otak di pusat emosi kita.
Pada abad ke-19, seorang ilmuwan asal Jerman bernama Hermann von Helmholtz, menemukan bahwa akor minor menciptakan gelombang suara yang lebih kompleks dari akor mayor.
Oleh sebab itulah, nada-nada mayor terdengar kurang harmonis dan kurang nyaman untuk diproses di dalam pendengaran kita.
Namun, alasan ini bukan satu-satunya alasan yang bisa menjawab pertanyaan mengapa nada minor sering digunakan dalam lagu bertema sedih.
Sebab, hubungan nada minor dan lagu-lagu dengan tema sedih juga bisa dikaitkan dengan perkembangan budaya musik di dunia.
Baca Juga: Sejarah dan Cara Memainkan Alat Musik Ritmis Tamborin, Materi Kelas 5 SD Tema 9
Selera Musik sesuai Kepribadian
Kita tahu sekarang, bahwa otak turut berperan untuk membentuk emosi dalam diri kita saat mendengarkan musik.
Namun, apakah kepribadian kita juga bisa memengaruhi genre musik dan selera musik yang kita sukai?
Menurut Journal of Personality and Social Psychology tahun 2003, mengungkapkan bahwa orang dengan sifat lemah lembut cenderung menyukai musik dengan nada yang lembut juga.
Contohnya, menyukai musik jazz, klasik, atau blues.
Sementara, orang dengan kepribadian ekstrovert lebih suka musik dengan genre pop, dance, atau rock & punk.
Menurut Zachary Wallmark, Southern Methodist University, orang yang berempati tinggi maupun rendah memiliki banyak kesamaan ketika mendengarkan musik.
Kesamaan yang dimiliki keduanya adalah keterlibatan yang setara di wilayah otak mereka. Area otak yang berkaitan dengan pendengaran, emosi, dan pemrosesan motorik sensorik.
Meskipun demikian, peneliti menemukan bahwa orang-orang yang memiliki empati tinggi cenderung lebih suka mendengarkan musik daripada yang lain.
Kuis! |
Siapa nama ilmuwan asal Jerman yang pernah meneliti tentang nada minor pada awal abad ke-19? |
Petunjuk: Cek di halaman 2! |
Tonton video ini, yuk!
----
Ayo, kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.