Ternyata Sama Seperti di Dongeng, Rubah di Alam Liar Juga Pandai Berburu #MendongengUntukCerdas

By Grace Eirin, Selasa, 21 Juni 2022 | 15:30 WIB
Rubah adalah hewan yang suka berkelompok dan berburu bersama kawanannya, sama seperti yang diceritakan dalam dongeng.
Rubah adalah hewan yang suka berkelompok dan berburu bersama kawanannya, sama seperti yang diceritakan dalam dongeng. (Ralph/pexels)

Bobo.id - Dari kebanyakan cerita dongeng, rubah selalu digambarkan sebagai tokoh antagonis yang jahat dan suka memburu atau membahayakan tokoh protagonis. 

Apakah di kehidupan nyata dan alam liar, rubah benar-benar seperti yang digambarkan pada dongeng? 

Yuk, cari tahu kebenaran dan fakta menarik rubah dari penjelasan berikut ini!

Rubah Pandai Berburu

Berdasarkan taksonominya, rubah ternyata masih berada di famili yang sama dengan serigala dan anjing, yaitu famili Canidae

Famili Canidae merupakan kelompok hewan yang menyerupai anjing dan merupakan pemakan daging (karnivora). 

Salah satu ciri khas rubah yaitu memiliki kaki yang panjang dan ramping, yang digunakannya untuk berlari cepat. 

Hewan ini hampir ditemukan di seluruh dunia, seperti di Amerika Utara, Eropa, Asia, dan Afrika Utara. 

Rubah juga merupakan hewan yang senang berkelompok, dan selalu bergerombol bersama anggota keluarganya yang lain. 

Baca Juga: Sering Jadi Tokoh Dongeng, Apa Bedanya Raja, Kaisar, dan Sultan? #MendongenguntukCerdas

Ya, sama seperti dalam dongeng, rubah memang hewan yang pandai berburu, khususnya pada malam hari. 

Dilansir dari Livescience, mata rubah ternyata memiliki kemampuan yang sama bagusnya dengan mata kucing. Oleh sebab itu, mereka bisa melihat dalam gelap. 

Banyak orang tahu bahwa citah adalah hewan tercepat di dunia. Namun, hanya sedikit orang yang mengetahui bahwa rubah bisa berlari dengan kecepatan 72 km/jam. 

Di mana Rubah Tinggal? 

Rubah biasanya tinggal di hutan, pegunungan, padang rumput, bahkan di gurun. Uniknya, rubah membuat rumah atau liang mereka sendiri dengan cara menggali. 

Meskipun di bawah tanah, rubah tetap memperhatikan lingkungan di sekitar liangnya.

Mereka mempersiapkan liang yang udaranya sejuk dan cukup untuk menyimpan cadangan makanan. 

Liang itu dirancang khusus oleh rubah agar bisa ditempati oleh seluruh anggota keluarganya.

Bahkan rubah juga menyiapkan beberapa pintu keluar untuk bisa menyelamatkan diri ketika bahaya datang.

Baca Juga: Kisah Pegasus, Kuda Bersayap yang Jadi Rasi Bintang #MendongenguntukCerdas

Rubah Pemakan Segala

Meskipun masih satu keluarga dengan anjing dan serigala, rubah merupakan hewan omnivora yang memakan tumbuhan dan hewan. 

Kadang-kadang rubah makan daging tikus atau kelinci dari berburu, namun juga memakan buah-buahan atau serangga sesekali. 

Sebagian rubah yang tinggal di dekat laut juga makan kepiting dan ikan. Dalam sehari, rubah bisa makan hingga ratusan gram makanan. 

Saat makanan mereka berlebihan, mereka menyembunyikan makanan di dalam tanah untuk persediaan saat musim salju tiba. 

Rubah betina mengalami masa kehamilan sekitar 53 hari. Setelah masa itu, rubah bisa melahirkan 2 hingga 7 anak. 

Anak-anak rubah tidak pernah terlantar, karena mereka akan selalu dirawat oleh seluruh anggota keluarga. 

#MendongengUntukCerdas

----

Kuis!

Berapa kecepatan maksimal yang bisa dicapai rubah saat berlari?

Petunjuk: Cek di halaman 2!

Tonton video ini, yuk!

----

Ayo, kunjungi adjar.id dan baca artikel-artikel pelajaran untuk menunjang kegiatan belajar dan menambah pengetahuanmu. Makin pintar belajar ditemani adjar.id, dunia pelajaran anak Indonesia.