Nirmala bam akan memetik bunga. Tiba-tiba ia melihat Dino mengambil sesuatu dari tanah. Lalu mengunyahnya. "Heh, Dino! Kamu makan apa?" tanya Nirmala.
KUSSUSANI
Dino Keracunan
Dino tidak menjawab. "Uggh... uggghh..." Tiba-tiba Dino memegang lehernya, lalu jatuh ke tanah. "Dino, kenapa kamu?" Nirmala dan Oki segera menghampirinya.
KUSSUSANI
Dino Keracunan
"Aduuh, badan Dino panas sekali! Tadi dia makan apa, ya? Kulitnya mengapa jadi warna-warni begini?" gumam Oki. Dino lalu dibawa ke rumah Oki. Nirmala memanggil Pak Dokter.
KUSSUSANI
Dino Keracunan
Namun, Pak Dokter pun bingung, apa yang menyebabkan Dino sakit. Tiba-tiba, Nirmala melihat buku Oki. Sampul buku itu bergambar serangga yang warnanya persis kulit Dino.
KUSSUSANI
Dino Keracunan
"Dokter, lihatlah buku ini! Warna kulit Dino seperti warna serangga ini!" seru Nirmala. "Oow, aku tahu sekarang!" ujar Pak Dokter. "Rupanya tadi Dino memakan serangga beracun ini."
KUSSUSANI
Dino Keracunan
Pak Dokter kini tahu, obat apa yang harus diberikan pada Dino. Pak Dokter kembali ke rumahnya. Kini ia sibuk meracik obat. Tak lama kemudian, "Nan, akhirnya jadi juga!"
KUSSUSANI
Dino Keracunan
Pak Dokter membuat tiga macam obat sirup. "Minumlah semuanya, supaya kau cepat sembuh!" ujar Pak Dokter. Nirmala membantu menyuapi Dino. Glek glek glek...
KUSSUSANI
Dino Keracunan
Ah, akhirnya Dino sembuh juga. "Lain kali, kau tidak boleh sembarangan makan serangga!" ujar Pak Dokter. Dino mengangguk-angguk. Hihihi, tapi kini tubuhnya jadi tiga warna. (Cerita: Vanda Parengkuan; Ilustrasi: Iwan Darmawan)
KOMENTAR